hut

Keripik Tempe Buatan Bu Titi Banyumas Terkenal Gurih

Editor: Koko Triarko

BANYUMAS – Keripik tempe dapat dijumpai di banyak tempat. Namun, keripik tempe buatan Titi Solich, berbeda dengan keripik pada umumnya. Selain bentuknya kecil dan bulat, keripik ini juga tidak diberi tepung, sehingga rasanya lebih gurih.

Mengawali usaha keripik tempe mini pada 2002, Rustiti atau biasa disapa Bu Titi, mengaku karena terdesak keadaan ekonomi. Saat itu, anak bungsunya hendak masuk SMA dan harus menyediakan uang gedung Rp5 juta. Ia pun mencoba untuk membuat keripik tempe, namun dengan tampilan yang berbeda.

Rustiti alias Bu Titi -Foto: Hermiana E Effendi

ʺKeripik tempe pada umumnya berbentuk kotak dan diberi tepung tipis. Tetapi, saya mencoba membuat keripik tempe tanpa tepung. Untuk mendapatkan hasil yang berbeda, saya mengolah sendiri pembuatan tempenya dan dibentuk bulat,ʺ tuturnya, Selasa (5/2/2019).

Bersama suaminya, Ngabdu Solich, bisnis keripik tempe mulai dirintis. Awalnya, ia menitipkan ke beberapa toko pusat oleh-oleh di kawasan Getuk Goreng Sokaraja. Kebetulan, Bu Titi tinggal di Desa Sokaraja Kulon, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, yang merupakan pusat Getuk Goreng. Deretan toko Getuk Goreng akhirnya menjadi pelanggan keripik mininya.

Beberapa toko Getuk Goreng mempunyai cabang di tempat lain, dan karena banyak dicari, keripik Bu Titi juga dikirim ke cabang-cabang tersebut. Penjualannya pun meluas sampai ke kabupaten tetangga, seperti Kabupaten Purbalingga dan Banjarnegara.

Keripik tempe mini ini banyak dicari konsumen, karena bentuknya yang unik dan rasanya lebih gurih. Selain itu, isi keripik juga lebih banyak, karena tanpa tepung, sehingga lebih ringan. Untuk kemasan 250 gram, dipatok Rp12.500. Tetapi di pusat oleh-oleh Getuk Goreng, biasanya harga sampai Rp20 ribu.

Meskipun kebanjiran order, Bu Titi tetap memproduksi keripik tempe mini seperti biasa, yaitu hanya 5-10 kilogram kedelai per hari. Untuk pembuatannya, dibutuhkan waktu sekitar 2-3 hari. Kedelai tersebut dicampur bahan-bahan tertentu yang merupakan resep rahasianya, kemudian dibungkus daun pisang atau plastik untuk dibuat tempe. Kemasan dibuat bulat.

Setelah didiamkan selama 2-3 hari, kedelai tersebut menjadi tempe dan dipotong tipis-tipis. Selanjutnya, potongan tempe direndam dalam bumbu dan ditiriskan. Setelah itu, baru digoreng.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!