hut

Kerusakan Jalan Trans Utara Flores Kian Parah

Editor: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Kerusakan jalan trans utara Flores sejak dari kecamatan Magepanda kabupaten Sikka hingga kecamatan Maukaro kabupaten Ende sejauh sekitar 70 kilometer sangat memprihatinkan. Di beberapa ruas terancam putus akibat abrasi yang disebabkan gelombang tinggi beberapa bulan terakhir.

“Akibat gelombang dan banjir menyebabkan 4 jembatan rusak dan 2 titik jalan mengalami putus sebagian. Sulit dilewati kendaraan roda empat,” sebut Antonius Hubertus Pale, warga kecamatan Maurole, kabupaten Ende, Minggu (10/2/2019).

Saat ditemui Cendana News di titik jalan yang putus di desa Dondo, kecamatan Kota Baru, kabupaten Ende, Antonius menyebutkan, saat angin kencang dan gelombang tinggi, maka kondisi jalan semakin parah.

“Kendaraan terpaksa antre dan menunggu ombak sedikit reda, baru kendaraan bisa lewat. Apalagi kalau terjadi hujan lebat, maka kondisi jalan semakin parah. Akan banyak kubangan di jalan yang membuat pengendara sepeda motor sulit melintas,” tuturnya.

Pantai utara Flores memiliki beberapa komoditi ekonomi yang sangat bagus serta obyek wisata yang menarik. Bila kondisi jalan bagus maka perekonomian 5 kabupaten di wilayah utara bisa berkembang.

Antonius Hubertus Pale, warga kecamatan Maurole, kabupaten Ende saat terjebak di desa Dondo Aewora, kecamatan Kota Baru kabupaten Ende. Foto: Ebed de Rosary

“Kalau seperti ini kami menilai pemerintah dan DPR tidak bekerja melayani masyarakat. Sudah selama 10 tahun jalan ini tidak pernah diperbaiki, padahal anggota DPR RI dan pejabat pemerintah sering meninjau,” sesalnya.

Dikatakan Antonius, 4 jembatan yang putus tersebut, yakni jembatan Polenggo kecamatan Maukaro, Aemau kecamatan Kota Baru, serta jembatan Dagemage. Sebanyak 2 jembatan di desa Kolisia kecamatan Magepanda, kabupaten Sikka.

“Sementara 2 ruas jalan yang kini ikut mengalami kerusakan parah yakni di kecamatan Maukaro dan di Dondo Aewora, kecamatan Kota Baru. Kedua ruas jalan ini berada di wilayah kabupaten Ende,” terangnya.

Hampir semua anggota DPR RI Dapil NTT 1 yang meliputi wilayah Flores,  Lembata dan Alor sebanyak 6 orang selalu menjanjikan jalan Trans Utara Flores akan diperjuangkan untuk diperbaiki.

“Memang jalan ini sudah sering diusulkan saat rapat di DPR RI, namun pemerintah masih fokus untuk membangun jalan dan pintu masuk perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste di kabupaten Belu,” sebut Johnny G. Plate, salah seorang anggota DPR RI saat ditanya Cendana News.

Johnny  saat tatap muka dengan masyarakat di kota Maumere ketika reses di akhir bulan Januari pun sering mendapat pertanyaan, lalu menjawab bahwa jalan strategis nasional ini akan diperbaiki paling lama tahun 2020 menggunakan dana APBN.

“Saya juga meminta agar kalau jalannya dibangun, maka masyarakat yang selama ini menetap di gunung agar bisa membangun rumah di sepanjang jalan negara. Dengan begitu maka bisa memanfaatkan peluang ekonomi dengan membuka usaha,” pesannya.

Lihat juga...