Kesadaran Masyarakat Dapat Minimalisir Dampak Bencana Alam

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

228

LAMPUNG — Pascabencana besar yang melanda daerah Lampung Selatan (Lamsel), kesadaran masyarakat setempat semakin besar dalam menjaga lingkungan. Hal tersebut tidak terlepas dari sebagian rumah di wilayah tersebut yang terselamatkan oleh sejumlah pepohonan yang ditanam.

“Bukti nyata sudah kami lihat sendiri di kawasan pesisir banyak perkampungan warga yang terselamatkan berkat adanya pepohonan yang dijaga di tepi pantai,” terang Suyanto ,salah satu nelayan yang perahunya rusak akibat tsunami di Kalianda saat ditemui Cendana News, Rabu (6/2/2019).

Ia menambahkan, meski tidak seluruh perkampungan selamat tapi setidaknya keberadaan pohon meminimalisir kerusakan.

Suyanto menyebutkan, sebagian pohon ketapang dan kelapa di lokasi pengedokan (bengkel kapal) dermaga Bom juga menyelamatkan bangunan di wilayah tersebut.

Ia berharap dengan kondisi tersebut masyarakat dan pihak terkait bisa menggalakkan upaya penanaman pohon di sekitar pesisir pantai. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya bencana alam berupa abrasi karena gelombang laut serta angin kencang.

Fungsi pepohonan tepi pantai sebagai sabuk hijau (greenbelt) juga diakui Iyung, warga desa Kunjir sekaligus ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) desa Kunjir. Ia menyebut rumah yang ditinggalinya rusak berat dan tersisa hanya pondasi saat tsunami menerjang. Meski demikian, ia menyebut rumah orangtua yang terlindung pohon ketapang, beringin laut, kelapa serta pepohonan pantai, aman dari tsunami.

“Bencana alam memang tidak bisa dihindari dan diprediksi namun cara meminimalisir sudah terlihat buktinya dengan adanya pohon penghalang di pesisir pantai,” beber Iyung.

Tetap bertahan untuk tinggal di kawasan pesisir pantai, upaya recovery rumah telah dilakukan oleh Iyung dan sejumlah warga. Meraka bahkan mulai melakukan penanaman pohon berbagai jenis, bahkan saat rumah belum dibangun kembali. Sejumlah pohon yang sudah ditanam di antaranya kelapa, ketapang, mangga, jambu jamaica dan sejumlah lainnya.

“Saya sudah melakukan penanaman pohon untuk penghijauan sekaligus harapan ke depan pohon yang ditanam bisa menghasilkan buah,” beber Iyung.

Bencana Alam
I Ketut Sukerta, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lampung Selatan. Foto: Henk Widi

Terkait upaya menjaga lingkungan di lokasi rawan bencana, dukungan juga diberikan oleh I Ketut Sukerta, kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamsel. Ia menyebut kerusakan lingkungan jadi faktor utama dari bencana. Alih fungsi perbukitan dengan tanaman kayu diganti menjadi tanaman pisang, jagung ikut andil menyebabkan longsor.

“Material longsor terbawa aliran sungai selanjutnya mengakibatkan banjir sehingga mata rantai sumber bencana terlihat andilnya masyarakat merubah fungsi ekosistem,” bebernya.

Ia juga berharap warga di pesisir pantai bisa mempertahankan tanaman mangrove yang efektif menjadi penahan abrasi akibat gelombang dan angin kencang.

Lihat juga...