Ketua Kelompok Adalah Ujung Tombak Kepercayaan Tabur Puja

Editor: Mahadeva

228

PADANG – Ketua Kelompok Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) menjadi ujung tombak penyaluran Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja). Pencairan pinjaman modal usaha, yang diajukan oleh masyarakat ke Koperasi Serba Usaha Dewantara Ranah Minang (KSU Derami), melalui ketua kelompok Posdaya.

Ketua KSU Derami Padang, Sayu Putu Ratniati/Foto: M. Noli Hendra

Ketua KSU Derami Padang, Sayu Putu Ratniati, mengatakan, ketua kelompok adalah, sosok di kelompok yang memiliki catatan pembukuan pembayaran terbaik. “Apabila ada anggota baru yang ingin mengajukan pinjaman, dan tinggalnya berdekatan dengan anggota yang bagus catatan pembayarannya, maka Asisten Kredit (AK) akan menunjuk orang itu sebagai ketua kelompok,” jelasnya, Kamis (21/2/2019).

Ketua kelompok, berperan dalam perekomendasian pengajuan kredit oleh anggota kepada pengurus Posdaya dan AK. Dari rekomendasi tersebutlah, dapat ditentukan diterima atau tidaknya pengajuan pinjaman modal usaha. “Jadi dengan adanya peran ketua kelompok itu, dapat memudahkan AK dan juga pengurus Posdaya, dalam memastikan layak atau tidaknya mendapatkan pinjaman modal usaha,” tandasnya.

Tanggungjawab menjadi ketua kelompok cukup besar. Termasuk, apabila ada tunggakan dari anggota, maka ketua kelompok akan menjadi penghubung dengan anggota tersebut. Jikapun tidak bisa membayar, maka ketua kelompok berkewajiban untuk menanggulangi tunggakan kredit tersebut.

“Sejauh ini, khusus di Padang, ketua kelompok bekerja cukup baik. Bila melihat di daerah lain, seperti Kabupaten Solok yang juga ada Tabur Puja, ketua kelompok malah bermain dan memalsukan data anggota. Artinya, uang itu bukan diajukan oleh anggota, tapi kepentingan untuk ketua kelompok-nya saja,” ujarnya.

Di Padang, tercatat ada satu Posdaya yang pengurusnya diketahui berbuat curang. Akibatnya KSU Derami Padang memutuskan untuk menutup Posdaya tersebut. Namun dmeikian, sampai saat ini pengembalian uang ke KSU Derami masih berjalan.  Penerapan sistem ketua kelompok, secara tidak langsung membuat KSU Derami mengkader masyarakat menjadi pemimpin sebuah kelompok. Dengan demikian, KSU Derami membantu membentuk karakter masyarakat.

“Di setiap Posdaya itu ada beberapa ketua kelompoknya, tergantung jumlah anggota di Posdaya. Kalau ratusan maka ada sekira puluhan ketua kelompoknya. Bisa jadi untuk satu kelompok itu 5 hingga 10 orang,” jelasnya.

Ketua kelompok juga menjadi kepanjangan dari AK, untuk menyosialisasikan program ke masyarakat yang membutuhkan pinjaman modal usaha. Artinya, informasi keberadaan Tabur Puja di Posdaya juga disampaikan oleh ketua kelompok yang dipercayai oleh AK. Selama ini di Padang, keberadaan Tabur Puja baru sekedar tersosialiasikan di kantor kelurahan. Cara itu belum bisa berjalan maksimal. Namun, keberadaan ketua kelompok diharapkan dapat memaksimalkan sosialisasi keberadaan Tabur Puja ke masyarakat.

“Dalam sosialisasi memang tidak bisa mengundang banyak orang. Jadi dengan adanya peran ketua kelompok, semua itu jadi terpenuhi. Buktinya telah banyak masyarakat yang menjadi anggota Tabur Puja. Sepertinya dengan adanya ketua kelompok cukup ampuh mengembangkan sayap di kalangan masyarakat yang membutuhkan pinjaman modal usaha,” jelasnya.

KSU Derami menyatakan keberadaan ketua kelompok di Posdaya sangatlah penting. Selain menjadi kepanjangan koperasi, juga memudahkan kinerja Tabur Puja. Tetapi memiliki tanggung jawab yang besar. Sementara, menjadi ketua kelompok tidak mendapatkan gaji dari Posdaya, karena termasuk pekerja swadaya.

Lihat juga...