hut

Kiai Mahmudi: Presiden Soeharto Negarawan Dunia

Editor: Satmoko Budi Santoso

SERANG – Pemilik Pondok Pesantren Al-Mubarok, Kiai Mahmudi, mengaku sangat bangga kepada sosok Haji Muhammad Soeharto. Karena menurutnya, Pak Harto adalah Presiden Indonesia yang juga merupakan sosok negarawan dunia.

“Kenapa saya katakan presiden yang juga negarawan, karena Pak Harto itu murah senyum, dan belum pernah marah, nggak pernah emosi. Sangat berbeda dengan presiden-presiden berikutnya,” kata Mahmudi, Kamis (14/2/2019).

Bahkan, sebut dia, Presiden Soeharto sangat disegani oleh bangsa lain. Di bawah kepemimpinan Pak Harto pula, Indonesia dijuluki sebagai macan Asia.

Terbukti, negara Bosnia dan Serbia yang perang berkecamuk, luluh seketika saat Pak Harto berkunjung ke negara Bosnia.

“Satu suara bedil pun tidak ada.  Sampai bangun masjid Bosnia yang dikenal sampai sekarang dengan sebutan Masjid Soeharto,” ungkap Mahmudi.

Begitu pula Vietnam dan Kamboja, delapan tahun kedua negara ini perang. Tidak ada satu pun presiden dunia yang mampu mendamaikan mereka.

“Tapi Pak Harto, presiden Indonesia yang mampu menghentikan gencatan senjata Vietnam dan Kamboja,” tukasnya.

Dukungan Indonesia untuk kemerdekaan Palestina sudah diberikan sejak Presiden Soekarno bahwa bangsa Indonesia akan berdiri menentang penjajahan Israel.

Semangat itu diteruskan oleh Presiden Soeharto di hadapan Raja Hussein dan Ratu Noor Hussein dari Kerajaan Yordania di Istana Negara pada tahun 1986.

Pak Harto menegaskan, bahwa kemerdekaan Palestina adalah hal mutlak. Sehingga tidak perlu lagi masyarakat internasional bertanya bagaimana sikap Indonesia.

“Sangatlah jelas bahwa Pak Harto adalah negarawan sejati,” ujarnya.

Malaysia negara Asia, yang pada kepemimpinan Pak Harto, belajar dari Indonesia. Tetapi, kata Mahmudi, sekarang malah sebaliknya, orang Indonesia malah belajar ke Malaysia.

Stabilitas keamanan negara selama 32 tahun, Pak Harto berkuasa pun dirasakan Mahmudi, sangat aman dan nyaman. Begitu pula dengan stabilitas ekonomi, yakni sandang, pangan dan papan, harganya stabil.

“Tidak ada rakyat yang kelaparan selama beliau memimpin negara ini,” ujarnya.

Bahkan lanjut dia, swasembada pangan Indonesia juga diakui tingkat dunia. Food and Agriculture Organization (FAO) yakni salah satu organisasi di bawah Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan penghargaan kepada Pak Harto karena Indonesia sukses swasembada pangan.

Zaman Pak Harto, sebut dia, ribuan masjid dibangun di seluruh Indonesia. Kemudian Yayasan Supersemar, yakni pemberian beasiswa untuk pelajar dan mahasiswa digulirkan hingga masyarakat sukses mengenyam pendidikan.

Begitu juga dengan Yayasan Dharmais yang membantu ribuan anak yatim piatu dan panti sosial.

“Saya dulu tiap bulan datang ke Bina Graha dan Cendana, sering mengambil bantuan untuk anak-anak yatim. Setelah Pak Harto berhenti jadi presiden tidak ada lagi bantuan itu, termasuk beasiswa Supersemar. Dan masjid yang dibangun itu nggak mendengar lagi,” ungkapnya.

Setelah Pak Harto tak lagi menjadi presiden, ia menilai, kondisi negara menjadi tidak tenteram. Provinsi Timor-Timur keluar dari Indonesia. Pulau Sipadan dan Ligitan direbut oleh Malaysia. Satu pesawat dijual ke Thailand, ditukar dengan beras.

Kembali Kiai Mahmudi menegaskan, sejak Pak Harto tak lagi menjadi presiden hingga saat ini, kondisi negara tidak nyaman, malah bebas berbicara apa pun. Padahal dulu di masa kepemimpinan Pak Harto, stabilitas nasional aman, tenteram dan damai.

“Daun jatuh kelihatan ketemu. Sekarang musuh teroris yang sebelah pejabat saja nggak ketahuan,” tukasnya.

Dalam dunia pendidikan, penerapan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) dan Garis- Besar Haluan Negara (GBHN), gaungnya tidak terdengar lagi, lenyap. Padahal menurutnya, P4 adalah sebuah panduan tentang pengamalan Pancasila dalam kehidupan bernegara.

Pada zaman Pak Harto, sebut dia lagi, ulama dan umarah pondok pesantren bersatu dengan adanya pengajian.

“Belum pernah ada demo dan ancaman. Pondok pesantren adalah benteng akidah dan ilmu yang paling efektif,” ujarnya.

Banyaknya jasa Pak Harto terhadap pembangunan negara dan bangsa Indonesia, Mahmudi berharap Pak Harto segera diberi gelar Pahlawan Nasional oleh pemerintah.

Namun memang dia mengakui bahwa hal itu sulit terwujud karena banyak hambatan dari berbagai pihak.

“Ibu Tutut Soeharto, tadi berkata pada saya begini ‘Nggak harus Bapak saya dikasih gelar pahlawan, karena Allah Yang Maha Tahu’. Inshaallah Pak Harto jadi mujahid ahli surga, karena rakyat yang pasti tahu bisa menilai,” ujarnya.

Dalam doanya, Mahmudi dan para santri memohon agar almarhum Pak Harto ditempatkan di surga Allah SWT. Keluarga yang ditinggalkan diberikan keberkahan.

“Ada pepatah, orang yang tidak menghargai jasa orang adalah pengecut. Pak Harto wafat banyak orang muslim yang menangis, pasang bendera setengah tiang, termasuk pesantren Al-Mubarok istigasah bersama santri mendoakan Pak Harto,” tukasnya.

Kiai Mahmudi sangat bersyukur Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut Soeharto telah berkenan silaturahmi ke Pondok Pesantren Al-Mubarok, Serang, Banten, Kamis (14/2/2019).

Menurutnya, pondok pesantren juga siap menerima arahan dari Tutut Soeharto dalam upaya mewujudkan Indonesia adil, makmur dan sejahtera.

Dia juga berharap, dalam pemilihan presiden (Pilpres) April mendatang, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno lebih memperhatikan pesantren. Sehingga ke depan akan lahir ulama-ulama mumpuni.

“Semoga Indonesia ke depan lebih maju, rakyatnya makmur atas rida Allah SWT,” ujarnya.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com