KIP Banda Aceh: Logistik Pemilu Masih Kurang

150
Ilustrasi [CDN]

BANDA ACEH — Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Banda Aceh masih kekurangan logistik Pemilu 2019 untuk secara serentak memilih anggota legislatif dan presiden.

“Logistik pemilu masih kurang karena terjadi perubahan daftar pemilih, sehingga menyebabkan bertambah jumlah tempat pemungutan suara,” kata Ketua KIP Banda Aceh Indra Milwady, di Banda Aceh, Rabu (20/2/2019).

Jumlah pemilih pada Pemilu 2019 di Kota Banda Aceh sebanyak 157.413 orang. Pemilih tersebut tersebar pada 592 tempat pemungutan suara atau TPS di sembilan gampong dan sembilan kecamatan di Kota Banda Aceh.

Indra menyebutkan, logistik pemilu yang sudah diterima di antaranya bilik suara, kotak suara, surat suara, tinta, segel, dan lainnya. Kekurangan logistik pemilu tersebut tidaklah terlalu banyak.

Dia menyebutkan, untuk kotak suara, karena ada penambahan tempat pemungutan suara atau TPS dari 589 menjadi 592 pemilih, maka kekurangannya sebanyak 21 kotak suara.

Kemudian, bilik suara kurang 16 unit, tinta enam botol serta surat suara untuk DPR RI, DPR Aceh, dan DPRK Banda Aceh juga kurang masing-masing sebanyak 1.431 lembar.

“Sedangkan untuk surat suara pemilihan presiden dan wakil presiden serta anggota DPD RI belum diterima, karena proses pencetakan berbeda dengan surat suara DPR RI, DPR Aceh, dan DPRK Banda Aceh,” ujarnya lagi.

Menurut Indra, pihaknya sudah menyampaikan logistik yang kurang tersebut kepada KPU RI di Jakarta, mengingat semua proses pengadaan logistik pemilu ditangani langsung oleh KPU RI.

“Kami berharap kekurangan logistik pemilu ini dikirim tepat waktu, sehingga tidak bergeser dengan jadwal pengiriman ke TPS yang tersebar di 90 gampong di Kota Banda Aceh,” kata Indra Milwady. [Ant]

Baca Juga
Lihat juga...