Kisah Afifi Widayani, Berjuang Dapatkan Beasiswa Supersemar

Editor: Makmun Hidayat

455

JAKARTA — Presiden RI ke-2, H.M. Soeharto memberikan sentuhan yang baik terhadap pendidikan di Indonesia melalui Yayasan Supersemar dengan program beasiswanya. Keberadaan beasiswa Supersemar sangat membantu dalam mewujudkan cita-cita mereka yang ingin kuliah, namun terkendala keterbatasan biaya.

Afifi Widayani, sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih yang luar biasa kepada yayasan Supersemar karena telah memberi beasiswa yang begitu bermanfaat tak terkira.

Dia mengatakan, pada waktu itu jumlah beasiswa yang dirinya terima sangat lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan kuliah, tidak hanya uang kuliah semester, namun juga kebutuhan lainnya. Salah satunya notebook masih dirinya pergunakan hingga saat ini. Dirinya berharap program tersebut tetap berlanjut dan mengantarkan wisudawan-wisudawati terbaik lainnya di masa yang akan datang.

Afifi yang masuk Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen, Universitas Andalas tahun 2011 ini menjelaskan bahwa dirinya yang ditahun pertama sudah mendapatkan beasiswa PPA dan dua kali berturut-turut mendapatkan BUS ditahun kedua dan ketiga kuliahnya, mengetahui adanya BUS dari pengumuman yang disampaikan wakil dekan.

Dengan kualifikasi yang cukup menantang, yakni masing-masing mahasiswa terbaik dari jurusan di bawah koordinator Fakultas Ekonomi, diantaranya Akutansi, Manajemen, dan Ilmu Ekonomi diwajibkan membuat karya ilmiah yang kemudian dipresentasikan di depan dekan, wakil dekan, ketua jurusan, dan beberapa dosen lainnya.

Setelah melalui proses penilaian, akhirnya diputuskan Afifi dikirim sebagai wakil dari Fakultas Ekonomi yang selanjutnya berjuang di tingkat universitas. Pada tingkat universitas pun semua perwakilan fakultas mempresentasikan terkait karya ilmiah masing-masing. Hanya 2 terbaik yang diambil untuk mendapatkan BUS.

“Saya mendapat nomor urut empat ketika mempresentasikan karya ilmiah tingkat universitas. Walau grogi, tapi saya sangat tertantang untuk bisa memenangkan beasiswa ini, serta sekaligus membawa nama baik Fakultas Ekonomi. Dan satu dari dua yang terpilih yakni saya,” ucapnya, Minggu (24/02/2019), melalui percakapan WhatsApp.

Afifi Widayani, alumni Universitas Andalas, Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen, penerima beasiswa Supersemar – Foto: Ist/M. Fahrizal

Dijelaskan Afifi bahwa BUS memberikan manfaat luar biasa terhadap pendidikan hingga mencapai gelar sarjana. Dirinya akui, ketika menginjakkan kaki pertama kali di universitas, bertekad untuk tidak meminta uang kuliah, uang saku, maupun uang buku kepada orangtuanya.

Telah dirinya tekadkan untuk memenuhi semua kebutuhan kuliahnya dengan beasiswa agar tidak memberatkan orangtua. Tekad tersebut terbayar di tahun pertama hingga tahun ke tiga dirinya kuliah dengan mendapatkan beasiswa. Semua kebutuhan perkuliahan terpenuhi hingga skripsi dan wisuda.

Berangkat dari keluarga sederhana, dengan orangtua hanyalah PNS yang pada waktu memiliki tanggungan 3 orang anak yang sedang duduk di bangku kuliah, 1 orang anak yang masih duduk di bangku SMP, dan 1 orang anak yang telah bekerja, Afifi katakan kalau beban orangtuanya pada saat itu cukup berat jika dirinya tidak menerima beasiswa untuk memenuhi kebutuhan kuliah.

“Beruntung, kami yang kuliah semuanya mendapatkan beasiswa, dan berkat kerja keras, doa orangtua, bimbingan dosen, serta pembimbing, dan tentunya bantuan BUS, bisa menamatkan kuliah dalam waktu 3 tahun 5 bulan,” jelasnya.

Berkat BUS karier profesional terbilang bagus, saat ini dirinya bekerja di perbankan BUMN melalui jalur ODP dan saat ini menduduki posisi sebagai Branch Sales Manager. Afifi sudah bergabung di perbankan selama 4 tahun. Dan salah satu prestasi dirinya selama bekerja di perbankan adalah mewakili region 2 Sumatera II sebagai duta yang dikompetisikan di tingkat nasional.

Menurut Afifi manfaat beasiswa Supersemar dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa berperan sangat baik karena membantu mahasiswa-mahasiswi untuk dapat melanjutkan pendidikan dengan biaya yang boleh dikatakan hampir tercover seluruhnya, sehingga mahasiswa seharusnya tidak ada alasan untuk tidak berprestasi.

Dan beasiswa Supersemar tidak lepas dari peran aktif Presiden RI ke-2, H.M. Soeharto dengan Yayasan Supersemarnya yang begitu peduli dengan dunia pendidikan.

Menurutnya Soeharto memberikan sentuhan yang baik terhadap pendidikan di Indonesia. Pendidikan sebagai salah satu kunci mencerdaskan bangsa, dan dengan adanya beasiswa Supersemar ini, mahasiswa-mahasiswi terbaik akan lahir dengan gelar sarjananya, yang tentunya diharapkan mampu membawa perubahan Indonesia ke arah yang lebih baik.

Lihat juga...