Korban Meninggal Akibat DBD di NTT Capai 24 Orang

225
Ilustrasi pencegahan DBD dengan fogging - Foto: Dok. CDN

KUPANG – Korban meninggal dunia akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) di Nusa Tenggara Timur, sudah mencapai 24 orang.

“Terhitung dari Januari hingga 18 Februari jumlah korban yang meninggal akibat DBD di NTT saat ini sudah mencapai 24 orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTT, Dominikus Mere, Selasa (19/2/2019).

Hal ini disampaikan, berkaitan dengan perkembangan kasus DBD, pascaditetapkannya tiga daerah di NTT dalam kondisi Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD. Korban meninggal akibat wabah DBD, terbanyak di Kabupaten Sumba Timur, yang mencapai 10 orang. Di daerah tersebut, tingkat kematian DBD (case fatality rate/CFR) sebesar 2,7 persen.

Kini pasien yang dirawat di RS Waingapu, Ibu Kota Kabupaten Sumba Timur, berjumlah 366 orang.  “Sumba Timur berada pada urutan ketiga kasus DBD di NTT. Namun jumlah korban yang meninggal terbanyak juga berada di Sumbar Timur, dengan jumlah 10 orang meninggal,” jelasnya.

Urutan pertama ditempati oleh Kabupaten Manggarai Barat dengan jumlah pasien DBD yang dirawat mencapai 428 orang. “Ada dua pasien DBD yang meninggal di Manggarai Barat, dengan case fasility rate mencapai 0,5 persen,” tandasnya.

Penderita DBD terbanyak kedua ada di Kota Kupang, dengan jumlah pasien 400 orang. Namun tidak ada laporan korban meninggal dunia. Hingga saat ini, korban DBD yang dirawat di RS di NTT mencapai 2.291 orang. Untuk mencegah menyebarnya kasus DBD, Dinkes NTT bersama dengan kabupaten dan kota melakukan penanggulangn, dengan mendistribusikan logistik penanggulangan DBD antara lain Mesin Fogging dan Larvisida (Abate).

Kemudian, memberi tambahan bantuan ke kabupaten yang mengalami KLB DBD, Manggarai Barat berupa lima mesin fogging, lima galon abate/larvisida, Plasma Darah 44 kantong, katong darah 23 buah serta mengaktifkan surveilans aktif rumah sakit. (Ant)

Lihat juga...