Kritisi Tiga Tahun Kepemimpinan IP-NA, Mahasiswa Beri Kado

Editor: Mahadeva

262

PADANG – Ratusan mahasiswa Sumatera Barat yang tergabung dalam aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), mendemo Kantor Gubernur Sumatera Barat. Mereka menyampaikan empat tuntutan kepada pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Irwan Prayitno dan Nasrul Abit (IP-NA).

Ratusan mahasiswa tersebut, tiba di halaman kantor gubernur, setelah sebelumnya menggelar orasi di Jalan Jenderal Sudirman, Padang. Ratusan aparat kepolisian, mengawal aksi tersebut. Koordinator lapangan aksi, Nanda Harahap, menjelaskan, tuntutan yang disampaikan berkaitan dengan tiga tahun kepemimpinan IP-NA, sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat. “Masih banyak persoalan yang kami anggap belum tuntas selama tiga tahun kepemimpinan IP – NA,” katanya, Selasa (12/2/2019).

Beberapa tuntutan yang disampaikan diantaranya, tuntutan kasus SPJ fiktif, menuntut Pemprov Sumatera Barat menuntaskan persoalan LGBT, memberikan penjelasan nasib guru honor, dan melanjutkan pembangunan Tol Padang-Pekanbaru secepatnya.  “Ada beberapa yang kita tuntut untuk diselesaikan, terkait dengan pembangunan jalan tol, kami ingin ganti rugi masyarakat jangan dihargai murah. Kemudian, pengembangan kasus SPJ Fiktif, pasti tidak hanya satu orang. Mungkin ada jaringan lainnya,” tegasnya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Sumatera Barat Nazwir saat menemui ratusan mahasiswa yang berunjuk rasa di Kantor Gubernur Sumatera Barat/Foto: M. Noli Hendra

Kemudian dari sektor pendidikan, masih belum meratanya gaji guru, terutama para guru honorer. Masih ada sekolah yang kursi kelasnya tidak ada. “Kita harap berapa tuntutan ini dapat disampaikan kepada gubernur. Sehingga, persoalan yang masih kami anggap belum terselesaikan dapat dituntaskan,” tandasnya.

Unjuk rasa tersebut tidak ditemui Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno. Hal itu memunculkan rasa kecewa dari pendemo. “Kami ingin gubernur atau wakil gubernur untuk temui kami. Kemana gubernur dan wakilnya, jika memang tidak ada ditempat video call saja,” ujar ratusan mahasiswa saat berorasi.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Sumatera Barat, Nazwir, yang menemui masa aksi menyampaikan permintaan maaf, karena gubernur tidak bisa bertemu langsung dengan para mahasiswa. Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat tidak ada ditempat. “Untuk itu, saya mewakili gubernur dan wakil gubernur menemui mahasiswa ini. Dan, apa tuntutan mereka akan kita sampaikan kepada gubernur,” ucapnya.

Setelah sekitar satu jam berdialog, ada satu kado yang diserahkan mahasiswa kepada Nazwir. Kado yang diserahkan itu berisi tentang tiga tahun kepemimpinan IP – NA di Sumatera Barat. Kado diberikan, sembari di iringi nyanyian selamat ulang tahun bagi IP – NA.

Lihat juga...