hut

KSU Derami Padang Berikan Peringatan kepada Posdaya Bermasalah

Editor: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Di Kota Padang, Sumatera Barat, masih ditemukan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) yang bermasalah, terutama terkait ketidakjujuran anggota maupun pengurus Posdaya terhadap penggunaan dana pinjaman modal usaha Tabur Puja.

Kondisi ini membuat Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang bergerak ke Posdaya-posdaya yang dinilai bermasalah, dan perlu mendapatkan peringatan.

Ketua KSU Derami Padang, Sayu Putu Ratniati, mengatakan, berdasarkan catatan tahun 2018 lalu, ada beberapa Posdaya yang dinilai bermasalah, sehingga membuat kondisi tunggakan kredit di Posdaya terkait, hampir mencapai angka 70 persen. Hal itu turut berdampak kepada kondisi tunggakan kredit secara umum di KSU Derami.

Seperti halnya yang terjadi di Posdaya yang ada di Kampung Jua, Padang, merupakan salah satu Posdaya yang mendapat peringatan keras dari KSU Derami melalui Manajer Tabur Puja, Margono Okta.

Kesalahan yang dilakukan ialah anggota Posdaya yang tidak jujur melakukan pembayaran kredit, serta adanya semacam ketidaktegasan pengurus Posdaya terhadap kondisi tersebut. Sehingga seakan dilihat, pengurus Posdaya tidak bertanggungjawab atas yang dilakukan anggotanya.

“Kita di KSU Derami terus melakukan kunjungan atau mendatangi Posdaya yang kondisinya demikian. Tujuannya supaya mereka tidak main-main dalam proses pengembalian pinjaman dana yang telah diberikan.  Sanksi untuk Posdaya yang seperti itu, kita hentikan pencairan pinjaman Tabur Puja selama satu tahun ini,” katanya, Kamis (28/2/2019).

Ayu mengaku, melihat pada kondisi Posdaya yang mana anggota dan pengurusnya bermain dengan dana pinjaman Tabur Puja itu, seharusnya ada pergantian pengurus Posdaya. Namun mengingat proses pengembalian uang yang dipinjamkan kepada masyarakat terus berjalan, maka pengurus Posdaya tetap dibiarkan bekerja, sebagai bentuk tanggungjawabnya.

Menurutnya, untuk Posdaya yang bermasalah, pengurus KSU Derami bersama Manajer Tabur Puja akan melakukan pemeriksaan dua kali dalam satu bulan. Artinya, pengurus koperasi dan Tabur Puja akan mendatangi Posdaya-Posdaya yang bermasalah tersebut.

Hal ini dilakukan juga sebagai peringatan serta sanksi kepada pengurus Posdayanya.

“Ya bisa jadi, bagi Posdaya yang tidak benar dan jujur dalam bekerja, kita tutup saja Posdayanya. Tapi bukan itu yang kita inginkan, dan yang kita harapkan itu ialah mereka mampu mempertanggungjawabkan atas apa yang telah dilakukan,” tegasnya.

Ayu menilai, jika ada Posdaya yang berjalan memiliki tujuan yang tidak benar, maka akan sulit mencapai misi KSU Derami, yakni mengentaskan kemikisnan di Kota Padang. Karena jelas, pinjaman modal usaha yang diberikan adalah untuk membantu keluarga kurang mampu, sehingga mampu melahirkan atau menjalankan usaha, yang dapat memberikan pundi-pundi rupiah bagi keluarga. Tapi, jika pinjaman dana disalahgunakan, sangat mustahil KSU Derami mewujudkan misi tersebut.

“Sebenarnya di Padang, kita sudah ada yang menutup Posdaya tidak jujur itu. Saya perkirakan, sudah dua tahun Posdayanya tutup. Di sana malah pengurusnya yang bermasalah. Mereka memalsukan tanda tangan anggota, padahal uang yang dipinjamankan itu bukan untuk anggota, melainkan untuk kepentingan pribadi. Nah, yang begini yang tidak bagus untuk dipertahankan keberadaannya,” sebutnya.

Untuk itu, Ayu berharap, dengan adanya kedatangan atau pun kunjungan ke Posdaya-posdaya, dapat meminimalisir kecurangan tersebut. Setidaknya, menutup cela untuk bermain soal pinjaman modal usaha dari Tabur Puja. Karena setiap pengurus koperasi turun ke lapangan, selalu meminta laporan aktivitas pinjaman dana yang ada di setiap Posdaya.

Sementara itu, Manajer Tabur Puja Padang, Margono Okta mengatakan, KSU Derami Padang berkomitmen untuk menurunkan NPL pada tahun 2019. Caranya, telah adanya pemetaan Posdaya yang bermasalah terutama yang memiliki tunggakan kredit tertinggi.

“Tunggakan kredit di KSU Derami pada tahun 2018 di bawah 3,5 persen. Artinya, tahun ini perlu ditekan lagi angka tunggakan kreditnya. Untuk itu, ada lima Posdaya yang diawasi kinerjanya di tahun 2019, supaya tidak terjadi lagi tunggakan kredit yang terlalu tinggi,” katanya di momen yang sama.

Lima Posdaya itu, yakni Posdaya Mitra Rawang Mandiri, Kampung Jua, Mekar Jaya, Purus Saiyo II, dan Posdaya Pagati. Jadi, lima Posdaya itu, Asisten Kredit (AK) akan mendatangi Posdaya tiga kali dalam seminggu untuk memantau kondisi Posdaya tersebut.

“Saya sebagai Manajer Tabur Puja akan menerima laporan dari AK terkait kondisi lima Posdaya itu. Tujuan cara yang demikian, dapat mengontrol Posdaya, supaya tidak terjadi lagi tunggakan kredit,” ujarnya.

Lihat juga...