hut

KSU Derami Padang Kembali Lakukan Pencairan Pinjaman

Editor: Koko Triarko

PADANG – Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang, Sumatra Barat, akhirnya melakukan pencairan pinjaman anggota, setelah dihentikan sementara sejak akhir tahun hingga awal tahun 2019 ini. Kebijakan ini diambil untuk membersihkan pembukuan akhir tahun dan awal tahun.

Manajer Tabur Puja KSU Derami Padang, Margono Okta, menjelaskan kebijakan menghentikan sementara itu tidak diberlakukan lagi. Dua pekan lalu yang KSU Derami Padang telah mencairkan pinjaman anggota yang ada di masing-masing Pos Pemerdayaan Keluarga (Posdaya) di Padang, yang jumlahnya kini mencapai 33 Posdaya.

Ia menyebutkan,. untuk sistem peminjaman modal usaha di Tabur Puja tidak jauh berbeda dengan sistem yang telah diterapkan pada 2018, lalu. Yakni, adanya pembatasan anggota. Kebijakan ini dimaksudkan untuk menjalankan sistem yang sesuai dengan ketentuan Yayasan Damandiri. Seperti, Posdaya yang memiliki anggota lebih dari 100 orang, dengan outstanding melebihi Rp200 juta, maka tidak boleh menambah anggota baru.

Misalnya, kata Margono, ada salah satu Posdaya di Bungus Padang, yang memiliki 135 orang anggota. Di sana outstanding lebih dari Rp200 juta, sehingga tidak bisa menambah anggota baru.

“Hal semacam ini dulu tidak diterapkan. Sehingga dari Yayasan Damandiri melihat melenceng dari ketentuan. Kebijakan itu perlu dijalankan juga pada 2019 ini,” katanya, Selasa (5/2/2019).

Ia menyebutkan, terkait jumlah anggota yang tidak bisa ditambah itu, ada ketentuan lainnya, yang membuat masyarakat yang baru mengajukan pinjaman modal usaha tetap diterima. Seperti, jika ada salah satu anggota yang keluar dari jumlah anggota tersebut, maka dapat diisi oleh anggota baru.

Menurutnya, ideal anggota yang terdapat dalam Posdaya yang mendapatkan pinjaman modal usaha itu mulai 40 hingga 100 orang. Dengan demikian, jika outstanding Rp200 juta, maka Posdaya tersebut dinilai bagus.

“Keuntungan lainnya dari ketentuan itu, pencairan bisa dilakukan oleh Posdaya langsung. Perputaran uang akan terjadi di Posdaya dan akan membuat Posdaya itu memiliki sisi finansial yang kuat,” ujarnya.

Selain itu, dulu dari sisi perputaran pencairan dana pinjaman modal usaha, ada administrasi sebesar 0,75 persen setiap pencarian yang masuk ke kas Posdaya. Kini, hal itu telah dihilangkan karena tidak dibenarkan.

“Dulu itu dari uang Rp1 juta pencairan, maka dikenakan biaya sebesar 0,75 persen, dan masuk seluruhnya ke kas Posdaya. Ternyata cara itu salah. Setelah adanya pengurusan baru di KSU Derami, dan saya juga merupakan Manajer Tabur Puja yang baru, menyatakan tidak ada lagi administrasi untuk hal demikian,” sebutnya.

Begitu juga untuk bunga kredit, dulu pinjaman Rp1 juta hingga 2 juta, dikenakan bunga kredit 18 persen, dan di atas Rp2 juta dikenakan bunga kredit 20 persen.

“Ternyata, itu tidak dibenarkan oleh PT. Saudara. Kini, semuanya kembali ke bunga awal,” ucapnya.

Ia berharap, dengan adanya kebijakan itu, dapat mendorong pertumbuhan pelaku usaha di Padang. Melalui hal itu pula, KSU Derami menawarkan konsep gotong royong dalam memanfaatkan kredit Tabur Puja, melalui sistem tanggung renteng.

Tanggung renteng disebut sejalan dengan budaya orang Minang yang suka bergotong royong. Karena segala sesuatu yang akan dilaksanakan, hasil dari kesepakatan bersama, keputusan kemufakatan yang diambil secara gotong royong.

Untuk itu, meski ada kebijakan pembatasan anggota di setiap Posdaya oleh KSU Derami Padang melalui unit Tabur Puja, tidak serta merta harus menolak masyarakat yang mengajukan pinjaman modal usaha.

Untuk masyarakat yang tidak bisa lagi disetujui pengajuan pinjaman modal usaha di Posdaya, tidak harus merasa kecewa. Karena ada kebijakan, yakni pembentukan sebuah kelompok Tabur Puja, tanpa harus berada di bawah naungan Posdaya.

“Jadi, masyarakat yang tidak tertampung di Posdaya untuk pengajuan peminjaman modal usaha ke Tabur Puja, kita alokasikan mereka ke kelompok Tabur Puja. Kini, ada dua kelompok yang kita miliki, yakni berada di daerah Gantiang Padang,” ucapnya.

Meno menegaskan, kebijakan dan sistem dalam menjalankan pinjaman modal usaha untuk keluarga kurang mampu itulah, yang kini tetap dijalankan. Karena akan dinilai lebih efektif mengatasi terjadinya tunggakan kredit, setelah menutupa celah adanya kemungkinan pelencengan penggunaan pinjaman modal usaha.

Sementara itu, Ketua KSU Derami Padang, Sayu Putu Ratniati menegaskan, KSU Derami Padang memiliki komitmen untuk membantu dan memprioritaskan masyarakat kurang mampu untuk bisa mendapatkan pinjaman modal usaha.

Untuk itu, KSU Derami menargetkan dengan adanya pinjaman modal usaha itu, dapat mengentaskan kemiskinan dari pinggir Kota Padang ini.

“Intinya kita tidak ada mempersulit masyarakat, yang layak dibantu kita bantu. Tapi jika tidak jujur, bagaimana kami mau bantu? Target kita jelas, yakni menuntaskan kemiskinan, khususnya di wilayah Kota Padang,” ungkapnya.

Lihat juga...