KSU Derami Turut Berperan Turunkan Angka Kemiskinan di Padang

Editor: Mahadeva

202

PADANG – Hingga Februari 2019, Koperasi Serba Usaha Dewantara Ranah Minang (KSU Derami) Padang, tercatat telah menjangkau masyarakat miskin di Sumatera Barat. Utamanya, dalam hal memberikan pinjaman modal usaha.

Ketua KSU Derami Padang Sayu Putu Ratniati/Foto: M. Noli Hendra

Ketua KSU Derami Padang, Sayu Putu Ratniati, mengatakan, jumlah debitur yang diperkirakan di mencapai 3.000 orang tersebut, merupakan masyarakat golong kurang mampu. Pinjaman modal usaha dari Tabur Puja, ditujukan kepada keluarga kurang mampu.

“Yang kita bantu, jelas yang kurang mampu. Karena misi kita untuk mengentaskan kemiskinan. Alhamdulillah sejauh ini peran KSU Derami hingga tahun ke lima ini, banyak perubahan kondisi ekonomi keluarga, melalui usaha yang dijalaninya berkat diberi modal usaha,” katanya, Jumat (22/2/2019).

Masyarakat yang mendapatkan pinjaman memiliki berbagai jenis usaha. Namun semuanya masuk kategori usaha mikro seperti pedagang makanan di sekolah, pembuat snack untuk ditempatkan di warung-warung, serta penjual gorengan dengan gerobak dorong. Selain itu, ada juga beberapa usaha yang telah berkembang dan beralih menjadi usaha kecil, yakni usaha rumahan dan menjahit. Penyaluran pinjaman modal usaha, yang diperuntukkan untuk membantu keluarga kurang mampu, bukanlah dana yang diberikan secara gratis.

Berdasarkan aturan dari Yayasan Damandiri, uang yang dipinjamkan ke masyarakat harus dikembalikan dengan sistem kredit dan bunga sangat rendah. Jumlah pinjamannya pun cukup rendah, sehingga memudahkan masyarakat untuk membayarkan angsurannya.

Jumlah pinjaman memiliki tingkatan. Untuk masyarakat yang mengajukan pinjaman dengan usaha kecil, dimulai dari Rp1 juta dan Rp2 juta per orang. Bukti nyata dari pinjaman modal tersebut adalah perubahan ekonomi, sehingga nilai pinjaman meningkat dan paling tinggi saat ini mencapai Rp5 juta.  “Jika ada yang mempertanyakan bukti peran KSU Derami terhadap perkembangan ekonomi dan turut mengurangi angka kemiskinan di Padang, ya, jumlah pinjaman di angka yang besar, dan tidak terjadi tunggakan kredit,” sebutnya.

Ayu menyatakan, melihat data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padang mengenai angka kemiskinan, disebutkan mengalami penurunan. Data 2018, persentase turunnya penduduk miskin di Padang mencapai 4,74 pesen, dari jumlah 44,04 ribu jiwa penduduk miskin.

Menurutnya, BPS juga menyebut, untuk pengukuran kemiskinan BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar. Kemiskinan berarti, ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan dan bahan makanan. “Untuk sisi ini, kita telah membantu dan mendorong masyarakat menjalani usaha yang dapat menghasilkan uang. Sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga,” ujarnya.

Kemiskinan yang dihitung BPS, menggunakan data yang bersumber dari Survei Ekonomi Nasional (Susenas) modul konsumsi dan pengeluaran. Target sampel di Kota Padang sebanyak 760 rumah tangga. Persoalan kemiskinan, bukan hanya sekedar jumlah dan persentase penduduk miskin. Namun, dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah, tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan.

Selain menekan jumlah penduduk miskin, kebijakan kemiskinan seharusnya juga dapat mengurangi indeks kedalaman kemiskinan dan indeks keparahan kemiskinan.  “Ke depan, KSU Derami Padang akan terus berperan dalam membantu dan menjangkau lebih banyak lagi masyarakat kurang mampu di Padang,” ucapnya.

Ayu mengaku penyebaran pinjaman modal usaha dari Tabur Puja di Padang belum menyeluruh. Karena masih ada satu kecamatan yang belum mampu mengembangkan sayapnya, yakni Kecamatan Bungus Teluk Kabung.

Daerah tersebut, berada sangat jauh dari Kantor KSU Derami. “Satu kecamatan yang belum kita jangkau sampai saat ini. Karena jaraknya yang jauh, jika dipaksakan akan menyulitkan Asisten Kredit (AK) yang harus bolak balik dari kantor ke Posdaya. Di daerah itu bisa menghabiskan waktu hampir satu jam dan harus menempuh perjalanan perbukitan,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...