Kurangi Golput, Pemkot Malang Edukasi Pemilih Pemula

Editor: Mahadeva

236

MALANG – Golput di tengah masyarakat pada pemilihan umum, ditengarai disebabkan masih tingginya sikap golput dari kalangan pemilih pemula. 

Terkait hal tersebut, Pemerintah Kota Malang, melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), mencoba untuk mendorong kepesertaan pemilu, khususnya kepada pemilih pemula.

Wali Kota Malang, Sutiaji, menyebut, sudah menjadi keharusan bagi Pemkot Malang, untuk mendorong agar kepersertaan pemilu tinggi. Salah satu upaya yang dilakukan, dengan menyasar anak-anak muda atau pemilih pemula. “Kita lihat, pemilih pemula di Kota Malang cukup tinggi, kisarannya diatas 30 persen. Ketika kita bisa menyasar 20 persennya saja, itu sudah lumayan untuk meningkatkan kepesertaan pemilu,” ujarnya, usai menghadiri, Fasilitasi Pendidikan Politik Bagi Pemilih Pemula, Selasa (19/2/2019).

Dengan fasilitasi pendidikan tersebut, para peserta bisa menjadi media untuk menjelaskan kepada lingkungannya, mengenai pemilu yang bermartabat dan tidak transaksional.  “Itu yang kita harapkan dari teman-teman pemilih pemula yang hadir dalam acara ini,”ucapnya.

Lebih lanjut, Sutiaji mengaku akan mengirim surat kepada para rektor untuk menyaring aspirasi dari mahasiswa. Hal itu menjadi respon masih tingginya angka golput di kalangan mahasiswa. “Sekarang tidak ada alasan lagi bagi para mahasiswa untuk tidak mencoblos, karena tempat mencoblos ada di dekat mereka dengan menggunakan formulir A5,” ujarnya.

Plt Kepala Bakesbangpol, Drs. Supriyadi, menyebut, kegiatan fasilitasi pendidikan politik bagi pemilih pemula, merupakan upaya meningkatkan kesadaran politik generasi muda. Hal itu diharapkan mampu mendorong mereka, untuk memanfaatkan hak politiknya dalam pemilu 2019.

“Kami ingin membangun kesadaran dan pemikiran kritis generasi muda dan pemilih pemula untuk berpartisipasi di dalam penyelenggaraan pemilu yang bersih, anti politik uang, anti hoaks, serta untuk meningkatkan partisipasi generasi muda dalam pemilu serentak,” terangnya.

Kegiatan edukasi yang akan dilakukan beberapa tahap tersebut, diikuti oleh 400 pemilih pemula, yang terdiri dari siswa-siswi SMA, MA, dan SMK serta mahasiswa se-Kota Malang.

Baca Juga
Lihat juga...