hut

Lahan Kritis, Menteri LHK: Perlu Rehabilitasi Besar-besaran

Editor: Koko Triarko

MALANG – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc., menyebutkan, dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, Indonesia kerap menghadapi bencana alam termasuk longsor dan banjir. Hal itu erat kaitannya dengan gambaran kondisi ekosistem pada wilayah bencana tersebut.

“Saat ini luas lahan kritis di Indonesia dari berbagai kriteria mencapai antara 15-23 juta Ha. Sedangkan kemampuan penanaman APBN per tahun hanya 25 ribu Ha, sehingga lahan kritis tidak akan dapat selesai dalam waktu singkat, padahal bencana alam harus segera diatasi,” katanya, saat menghadiri acara wisuda dan menanam pohon di hutan pendidikan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (23/2/2019).

Di sisi lain, kondisi Hutan Tanaman Industri (HTI) dan Hak Pengusahaan Hutan (HPH) saat ini pada posisi performa kinerja yang relatif menurun.

Dari total 285 Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu dalam Hutan Tanaman Industri (IUPHHK-HTI) seluas 10,8 juta Ha, hanya 123 IUPHHK HTI yang menanam tanaman pokok atau 43,15 persen, dengan total luas tanaman saat ini 2.244.879 Ha, dari luas efektif seluruh HTI seluas 7.588.732 Ha. Sebanyak 41 unit HTI selama lima tahun penanaman hanya kurang dari lima persen atau seluas 871.487 Ha.

Untuk itu, menurutnya, perlu dilakukan rehabilitasi secara besar-besaran dengan melakukan gerakan penanaman secara nasional di seluruh Indonesia.

Rehabilitasi dan penanaman pohon diorientasikan untuk penyelamatan danau, waduk, pemukiman, dan menjaga keindahan alam.

“Rehabilitasi lahan dilakukan pada 15 Daerah Aliran Sungai (DAS), 15 danau, serta bagian hulu dam di 65 lokasi dam,” terangnya.

Disampaikan Nurbaya, setidaknya terdapat tiga pola penanaman dalam gerakan tanam nasional sebagai langkah korektif atas kekurangberhasilan gerakan-gerakan sebelumnya.

Tiga pola penanaman tersebut, yakni penanaman oleh pemerintah atau negara atas dukungan APBN. Kemudian penanaman oleh korporasi dan penanaman oleh masyarakat.

“Penanaman oleh negara bisa dilakukan melalui beberapa cara, yakni rehabilitasi hutan dan lahan. Restorasi ekosistem gambut dan pemulihan wilayah akibat bencana longsor dan banjir, serta pemulihan karhutla,” jelasnya.

Sedangkan penanaman oleh korporasi dilakukan melalui industri (HPH) atau multi sistem silvikultur. Selanjutnya bisa dilakukan industri (HTI), rehabilitasi DAS, dan melalui corporate social responsibility (CSR).

“Kemudian penanaman oleh masyarakat bisa dilakukan melalui Perhutanan Sosial (PS), Dinamika Masyarakat seperti sistem adopsi pohon dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com