Lahan Pertanian di Pamekasan Terendam Banjir

PAMEKASAN — Banjir akibat hujan deras yang mengguyur Kota Pamekasan, Madura, Jawa Timur mulai siang hingga Jumat malam masih berlangsung, tidak hanya merendam perkampungan warga, akan tetapi juga lahan pertanian warga di wilayah itu.

Puluhan hektare lahan pertanian di Kecamatan Kota, Pamekasan dan di Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, terendam banjir. Umumnya, merupakan tanaman padi.

“Kalau di Desa Baddagan yakni di Dusun Asemmanis, semua tanaman padi, tenggelam, sesuai dengan hasil pemantauan tim lapangan tadi sore,” kata tim sukarelawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan Zaini Zen, Jumat malam (1/2/2019).

Banjir yang melanda Kota Pamekasan ini, sejak sekitar pukul 14.30 WIB. Pertama kali banjir terjadi di Kelurahan Jungcangcang, yakni di Jalan Brawijaya, Jalan Gazali dan di Jalan Segara, Pamekasan.

Satu jam berikutnya, perkampungan warga di Kelurahan Kolpajung, yakni di Dusun Jelbutan, juga kebanjiran, bahkan genangan banjir di dusun ini memasuki rumah-rumah warga.

Selain perkampungan warga dan lahan pertanian, dua kantor pemerintahan di Pamekasan, yakni kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan kantor Pemda Timur di Jalan Jokotole, Pamekasan juga tergenang banjir.

“Hingga malam ini, genangan banjir di kantor KPU dan kantor Pemda Timur Pamekasan berangsur mulai surut,” kata Zen, menjelaskan.

Selain itu, terjadi genangan di sejumlah titik, seperti di Jalan Brawijaya, Jalan Gazali dan di Jalan Segara, Pamekasan. “Laporan terkini dari tim lapangan, di perkampungan warga di Dusun Jelbutan, Kelurahan Kolpajung, juga mulai surut,” kata Zen.

Meski genangan banjir mulai surut, petugas gabungan dari BPBD Pemkab Pamekasan, Kodim 0826 Pamekasan dan Polres Pamekasan, hingga Jumat (1/2) malam sekitar pukul 21.30 WIB terus melakukan pemantauan di sejumlah titik di Pamekasan.

Menurut Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan Budi Cahyono, pemantauan itu, untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, mengingat di sejumlah kecamatan di Pamekasan dilaporkan masih turun hujan.

“Pemantauan kami lakukan 24 jam, secara bergantian. Tim gabungan semuanya saat ini masih di lapangan, sehingga jika terjadi banjir susulan bisa segera diantisipasi,” katanya. (Ant)

Lihat juga...