Lubang di Selomartani Kerusakan Infrastruktur Biasa

Editor: Mahadeva

232

YOGYAKARTA – Lubang yang muncul di aliran sungai Kali Kuning di Desa Selomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman, Selasa (12/2/2019) mulai ditutup. Lubang tersebut, sempat membuat heboh warga, karena menyedot masuk aliran sungai hingga kering.

Abdul Mukhaharim – Foto: Jatmika H Kusmargana

Selasa (12/2/2019), sejumlah petugas nampak mengecor lubang yang berada di dekat bendungan Samberembe, dengan batu dan semen. Abdul Mukhaharim, pengawas proyek menyebut, pihaknya menutup lubang agar tidak semakin membesar. Lubang tersebut berisiko menjebol bendungan. Lubang muncul, akibat lantai dasar bendungan Samberembe yang dibangun sejak 1980 tak kuat menahan aliran air sungai karena keropos dan berlubang.

“Ini sebenarnya biasa terjadi. Karena faktor usia bendungan sudah tua. Jadi lantai dasar bendungan terkikis dan berlubang hingga air masuk, sehingga karena tak kuat lama-lama membesar,” jelasnya, Selasa (12/02/2019).

Lubang yang muncul di bendungan diketahui mencapai sekira tiga hingga lima meter, dan kedalaman dua meter. Dari penjajagan yang dilakukan, lubang menjorok paling jauh tujuh meter. Seluruh lubang ditutup dengan cara dicor, agar saat banjir terjadi di sungai yang berhulu di kaki gunung Merapi tersebut, tidak merusak jembatan.

Asmuni, teknisi layanan teknik Balai Sabo Balitbang Kemen PUPR Yogyakarta (pakai seragam) – Foto: Jatmika H Kusmargana

Sementara itu, Asmuni, teknisi layanan teknik Balai Sabo Balitbang Kemen PUPR Yogyakarta, mengaku datang untuk meninjau munculnya lubang tersebut. Hal itu dilakukan untuk memastikan penyebab munculnya lubang, serta dampak yang mungkin dapat ditimbulkannya. “Perkiraan kita terjadi storing di lantai bawah dam (bendungan). Sehingga lama-lama tidak kuat, lalu tergerus dan membentuk lubang. Dampak terburuk (bendungan) bisa jebol,” jelasnya.

Sebelumnya, sebuah lubang cukup besar muncul di tengah aliran sungai Kali Kuning, di Selomartani, Kalasan, Sleman pada Jumat (8/2/2019) lalu. Lubang membuat air sungai nampak tersedot secara vertikal. Peristiwa ini sempat membuat heboh warga, dan banyak diperbincangkan di media sosial. Terlebih Kahumas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, sempat ikut mengunggah video munculnya lubang yang sebenarnya merupakan kerusakan infrastruktur bendungan biasa tersebut.

Baca Juga
Lihat juga...