Mahfud MD: Pilih Pemimpin Jangan Sampai Bertengkar

Editor: Koko Triarko

294

MATARAM – Ketua Gerakan Suluh Kebangsaan, Prof. Mahfud MD, meminta dan mengajak masyarakat Indonesia menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Umum 2019, mendatang. Hal demikian disampaikan Mahfud, ketika mengikuti acara sarasehan kebangsaan bersama tokoh lintas agama dan akademisi di Mataram, Selasa (12/2).

“Masyarakat diharapkan bisa aktif dalam mengikuti Pemilu, kalau yang memiliki hak pilih silahkan gunakan hak pilih, jangan disia-siakan, karena hak pilih adalah hadiah eksklusif dari konstitusi, setiap warga negara diberi hak untuk menentukan pemimpin dan wakil rakyat yang menentukan kebijakan negara,” katanya, Selasa (12/2/2019).

Menurutnya, filosofi pemilu untuk mencari pemimpin dan wakil rakyat untuk ditaati bersama, oleh sebab itu pilihlah siapa pun yang akan dipilih sebebas-bebasnya sesuai aspirasi masing warga negara.

“Tapi, ingat jangan sampai berpecah-belah, jangan bertengkar, karena begitu pemimpin terpilih, maka pemimpin tersebut akan menjadi pemimpin seluruh rakyat Indonesia, baik DPR maupun Presiden,” katanya.

Mahfud juga mengingatkan, agar jangan sampai membesarkan politik identitas, karena beda agama ras atau suku. “Kita memilih berdasarkan itu boleh saja, tapi jangan sampai dijadikan sebagai sumber konflik. Begitu selesai bersatu lagi,” katanya.

Hal tersebut, menurutnya karena negara ini dibangun berdasarkan kesepakatan bersama seluruh komponen bangsa, yang dikelola bersama  sebagai negara demokrasi, dengan demokrasi pemusyawaratan, bukan demokrasi menang-menangan.

“Para pendukung dan masyarakat juga diimbau supaya jangan menyebar berita hoaks, dan jangan memancing pertengkaran,” katanya.

Mahfud juga mengimbau, masyarakat supaya golput lebih baik tidak dilakukan oleh mereka yang memiliki hak suara. Memilih saja mana yang lebih baik.

Karena dalam demokrasi, tidak ada calon pemimpin yang ideal, yang ada adalah relatif lebih baik dengan yang lain, dan pemimpin dan wakil rakyat itu harus ada, sehingga dari yang ada harus dipilih.

“Soal golput, saya dengar dari hasil survei sudah turun. Dulu 20 persen, sekarang turun, tapi berapa pun harus dihindari”, katanya.

Baca Juga
Lihat juga...