Masyarakat Balikpapan Deklarasikan Gerakan Adaptasi Perubahan Iklim

Editor: Mahadeva

269

BALIKPAPAN — Masyarakat Balikpapan mendeklrasikan gerakan adaptasi terhadap perubahan iklim, Senin (12/2/2019). Dekarasi di Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan tersebut, sebagai langkah lanjutan kesepakatan Pembangunan Hijau atau Green Growth Compact (GGC), yang telah dicanangkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur di 2016 lalu.

Ketua Panitia Deklarasi, Jufriansyah, menuturkan, deklarasi untuk mendukung program pemerintah terhadap pembangunan hijau. “Seluruh pihak di Balikpapan mulai dari pemerintah, perusahaan, aktivis LSM, akademisi, sekolah dan masyarakat sadar akan adanya ancaman dari perubahan iklim,” jelasnya di sela deklarasi, Senin (12/2/2019).

Deklrasi sebagai upaya untuk bersama-sama memperkuat masyarakat Balikpapan, memahami perubahan iklim. Dan lebih siap dalam menghadapi perubahan iklim. Masyarakat saat ini sudah melakukan berbagai upaya, untuk merespon terjadinya perubahan iklim. Hal tersebut dilakukan dengan pembentukan kampung iklim Teritip, mangrove center Graha Indah, DPML Teritip, dan beberapa sekolah dengan program panen hujan.

“Banyak yang sudah dilakukan masyarakat, misalnya SMAN 9 dengan konsep pertanian berbasis kawasan Hutan Lindung Sungai Wain. SMAN 8 Balikpapan melalui relawan mangrove, kemudian bahu membahu mengelola kawasan mangrove baik di kecamatan Balikpapan Utara dan Barat, serta tadah hujan,” papar Jufriansyah yang dikenal sebagai juga aktivis lingkungan di Balikpapan.

Komitmen gerakan adaptasi perubahan iklim, merupakan inisiatif model yang ke sebelas dari GGC. Harapannya, dengan semakin banyaknya inisiatif model, cita-cita Kaltim untuk mencapai Kaltim Berdaulat dalam pembangunan berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan hidup dapat tercapai. “Hal ini adalah inisiatif model pertama untuk adaptasi. Sepuluh inisiatif model lainnya untuk kegiatan mitigasi perubahan iklim,” tandasnya.

Penandatangan deklarasi, dilakukan oleh Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi. Kemudian warga kehormatan Balikpapan yang juga mantan Menteri Lingkungan Hidup 1993-1998, Sarwono Kusumaatmadja, perwakilan Dewan Daerah Perubahan Iklim (DDPI) Kaltim, perwakilan perusahaan, The Nature Conservansy, Forum Community Social Responbility (CSR) Balikpapan, Yayasan Stabil, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Balikpapan, Universitas, sekolah dan elemen masyarakat lainnya.

Lihat juga...