Masyarakat di Babel Bisa Tukar Sampah dengan Sembako

201
Sampah -ilustrasi -Dok: CDN

TOBOALI – Warga Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dapat menukarkan sampah rumah tangga dengan kebutuhan bahan pokok, sebagai upaya pemerintah mengoptimalkan pengelolaan sampah di daerah itu.

“Kita berharap, dengan kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran warga mengelola sampah secara komprehensif dan terpadu,” kata Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan, Effendi Ali, pada acara peringatan Hari Peduli Sampah di Toboali, Sabtu (23/2/2019).

Ia mengatakan, pengelolaan sampah secara komprehensif dan terpadu dari hulu hingga hilir ini, tertuang dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan Peraturan Pemerintah Nomor 81, tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis.

“Alhamdulillah, warga sangat antusias menukarkan sampah rumah tangganya dengan sembako, karena dapat meringankan beban ibu rumah tangga memenuhi kebutuhan beras, minyak goreng, gula pasir dan lainnya,” ujarnya.

Ia berharap, antusiasme masyarakat tidak hanya pada peringatan Hari Peduli Sampah ini saja, tetapi selalu diterapkan setiap hari untuk menjaga kebersihan lingkungan.

“Sampah rumah tangga ini dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi, seperti sampah sayur mayur dapat dijadikan kompos dan berbahan plastik serta sejenisnya dapat dijadikan kerajinan tangan yang menarik,” katanya.

Menurut dia, sampah-sampah rumah tangga yang berhasil dikumpulkan ini, nantinya akan diolah dan didaur ulang di bank sampah menjadi produk bernilai ekonomi.

“Keberadaan bank sampah ini sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, karena bisa menukarkan sampah dengan sembako yang dapat mengurangi pengeluaran keluarga untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok,” katanya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...