Masyarakat Terkena Gigitan Anjing di NTB Capai 714 Orang

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

234

MATARAM — Data terbaru Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat menyebutkan, jumlah masyarakat terkena gigitan anjing di Kabupaten Dompu dan Sumbawa bertambah, menjadi 714 orang dari jumlah sebelumnya 669 orang.

“Masyarakat yang terkena gigitan anjing sampai sekarang mencapai 714 orang, dengan rincian, Kabupaten Dompu 21 orang dan Sumbawa 26 orang. Enam di antaranya meninggal,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) NTB, Nurhandini Eka Dewi, Rabu (20/2/2019).

Ia mengatakan, untuk anjing sendiri, hasil pemeriksaan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, khusus di Kabupaten Sumbawa, empat ekor di antaranya ditemukan positif rabies.

Eka menyatakan kedua Kabupaten tersebut, oleh Dinkes telah dinyatakan sebagai daerah kasus rabies, dengan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Pihaknya sudah menyiapkan vaksin dan serum anti rabies, baik di dinas peternakan dan petugas kesehatan.

“Dinkes menyiapkan serum dan vaksin supaya virus yang masuk bisa dicegah jalan ke otak anjing. Kalau sudah jalan ke otak itu yang bahaya,” katanya.

Untuk mengantisipasi penularan ke wiliayah lain, pihaknya melakukan proses eliminasi terhadap anjing- anjing liar. Dimana hampir semua wilayah NTB sudah melakukannya.

Eka menambahkan, untuk Pulau Lombok belum ada ditemukan, sehingga masih aman. Pada Januari lalu ada yang digigit, namun bukan rabies.

Sebelumnya, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB, Budi Septiani mengatakan, sebagai langkah pencegahan dan memastikan tidak masuk Pulau Lombok, pihaknya bersama Balai Karantina terus melakukan pemantauan, termasuk razia anjing liar.

Langkah persuasif juga dilakukan. Sosialisasi kepada masyarakat yang tidak faham rabies terus dilakukan, sehingga pencegahan dini bisa dilakukan. Mengingat, banyak di antara warga yang tidak tahu, makanya ketika mendapatkan gigitan, hanya membersihkan secara tradisional saja, membilas dengan air.

Baca Juga
Lihat juga...