Media Berperan Tingkatkan Mitigasi Bencana Masyarakat

Editor: Satmoko Budi Santoso

420

JAKARTA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal TNI Doni Monardo, menyebutkan, bahwa media massa memiliki peran besar dalam memberikan informasi kebencanaan kepada masyarakat.

Peran media dalam mitigasi bencana tersebut, mulai dari tingkat pemahaman hingga kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana.

“Peran media dalam keterbukaan informasi dan akses media menjadi ujung tombak dari bangsa untuk mengurangi risiko bencana dan meningkatkan kesiapsiagaan bagi masyarakat,” kata Doni Monardo di Gedung BNPB, Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Menurut Doni, media massa dapat terus mengedukasi dan mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu tangguh dalam menghadapi bencana, baik sebelum maupun sesudah adanya bencana. Ini tentu tidak terlepas potensi bahaya yang ada di tanah air, seperti bencana alam, bencana non alam dan bencana akibat ulah manusia.

“Di tiap daerah berbeda ancaman bahayanya. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman karateristik ancaman bahaya perlu untuk digali dan diinformasikan kepada masyarakat. Mereka yang berada di kawasan bahaya diharapkan untuk mengetahui risiko dan upaya mitigasi dalam menghadapi bahaya,” ujarnya.

Untuk itulah, betapa penting peran media. Informasi hendaknya tidak membuat risau tetapi semakin membuat masyarakat tahu dan sadar, sehingga bangsa Indonesia bisa saling mengingatkan dan mengontrol. Tentu ini berguna dalam meminimalkan jatuhnya korban jiwa dan kerugian.

“Dalam memberikan informasi yang berkualitas, BNPB tidak hanya mengajak media massa tetapi juga para pakar. Pada kesempatan ini, para pakar membekali para wartawan sehingga kualitas informasi kepada publik menjadi lebih baik. Upaya ini menjadi sebuah konsep pentahelix dimana melibatkan para akademisi, dunia usaha, pemerintah, masyarakat dan media,” jelasnya.

Doni berpesan kepada para wartawan untuk belajar dan mencari tahu data-data sehingga  dapat membantu dalam penyusunan informasi kepada masyarakat. Bahwa menyajikan informasi ke masyarakat juga perlu diperhatikan oleh para wartawan, sebab ada informasi ke publik yang kadang-kadang disalahpahami.

“Pertemuan hari ini memberikan ruang bagi wartawan untuk mendapatkan pengetahuan terkait kebencanaan tidak hanya dari BNPB tetapi juga para pakar seperti Dr. Widjo Kongko (BPPT), Dr. Daryono (BMKG), Dr. Dani Hilman Widjaja, dan Dr. Agus Budianto (PVMBG). Pada kesempatan ini, BNPB juga mengenalkan mengenai InaRISK, suatu aplikasi untuk mengetahui risiko bencana di suatu wilayah,” ungkapnya.

Lihat juga...