Media Sosial Menjadi Sarana Iklan Politik Alternatif

Editor: Mahadeva

442
Blogger dari Purwokerto, Tegar Roli. (FOTO : Hermiana E.Effendi)

PURWOKERTO – Media sosial menjadi media alternatif pemasangan iklan politik. Media sosial menjadi solusi, di tengah dibatasinya iklan kampanye Partai Politik (Parpol), Calon Anggota Legislatif (Caleg) di media masa. Dalam perkembangannya, muncul bisnis baru bagi para pemilik akun media social, terutama yang memiliki banyak pengikut untuk menjadi sosial buzzer.

Blogger asal Purwokerto, Tegar Roli, menyebut, media sosial sudah berkembang menjadi sarana iklan yang ampuh. Ketergantungan masyarakat kepada media sosial, berimbas pada semua sektor, mulai dari ekonomi, sosial, budaya hingga politik.

ʺDi politik, media sosial sudah menjadi kekuatan baru. Khalayak yang menjadi pengikut akun media sosial seseorang atau sebuah lembaga, menjadi peluang sosialisasi, promosi, dan kampanye yang mempunyai nilai ekonomi tinggi,ʺ tuturnya, Senin (4/2/2019).

Pemilik akun, dapat mempublikasikan, mempromosikan dan mengkampanyekan, dengan memposting atau update status di media social. Hal tersebut dapat dilakukan, tanpa harus menanyakan kepada khalayak, apakah mereka bersedia menerima atau tidak. Respon, dapat dilihat dari balasan yang diberikan follower. Terkadang status bisa memunculkan diskusi, kritik dan saran, yang melibatkan antar-follower pada waktu yang bersamaan. Hal ini sekaligus memperlihatkan pengaruh dan keberhasilan dari buzzer.

Tegar menyatakan, seharusnya pada bisnis tersebut, tidak terjebak pada banyaknya follower saja. Namun lebih fokus pada impression atau keterbacaan. Di media social, bisa diketahui secara pasti berapa orang yang telah membaca atau menyaksikan sebuah akun media sosial. Datanya bisa ditampilkan dalam bentuk angka, real-time dan historical.

Seorang buzzer, harus  dapat memberikan pengaruh kepada orang lain, hanya melalui status yang dituliskan. Hal tersebut menjadi identitas utama dari seorang buzzer, yang harus mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi orang lain.

Buzzer mempunyai tugas, menuliskan status yang berisi informasi atau rekomendasi, sebuah even atau produk dari penyewa jasa. Para penyewa buzzer, kebanyakan merupakan perusahaan besar, atau pemilik usaha yang ingin usahanya lebih dikenal banyak orang di dunia maya.

ʺPeluang kreatif ini, nyatanya juga dilirik oleh para pelaku dunia politik, untuk urusan pencitraan. Di sinilah kemapuan buzzer diuji, untuk bisa menciptakan opini public, dan mempengaruhi pola pikir masyarakat, dimana tujuan akhirnya adalah mempengaruhi pilihan masyarakat,ʺ pungkasnya.

Lihat juga...