Mei, Banjarnegara Memasuki Pancaroba

252
Ilustrasi BMKG - Dok: CDN

BANJARNEGARA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprakirakan wilayah Kabupaten Banjarnegara, akan memasuki pancaroba atau musim peralihan pada Mei.

Kondisi tersebut diprediksikan, juga akan dialami oleh daerah-daerah lain yang ada di sekitar Banjarnegara. “Banjarnegara dan kabupaten lain di sekitarnya, seperti Kabupaten Banyumas dan Purbalingga, diprakirakan memasuki pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau pada bulan Mei mendatang,” kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara), Setyoajie Prayoedhie, Selasa (4/2/2019).

Memasuki musim peralihan, intensitas curah hujan di wilayah tersebut akan berangsur menurun, bila dibandingkan kondisi saat ini. Kendati demikian, masih ada potensi cuaca ekstrem, pada saat musim peralihan. Masyarakat masih tetap diminta meningkatkan kewaspadaan.

“Ada banyak faktor yang bisa memengaruhi potensi cuaca ekstrem saat pancaroba nanti, namun demikian BMKG akan secara berkala menginfokan kepada masyarakat jika memang ada potensi cuaca ekstrem khususnya di Kabupaten Banjarnegara,” katanya.

Peningkatan curah hujan, dikhawatirkan akan memicu potensi bencana alam seperti banjir, tanah longsor, hingga puting beliung. “Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak panik, namun harus selalu waspada terhadap terjadinya bencana hidrometeorologis, seperti banjir, tanah longsor, dan juga puting beliung,” jelasnya.

Sementara itu, pada Januari 2019, wilayah Kabupaten Banjarnegara mulai memasuki puncak musim hujan, dengan intensitas ringan hingga lebat. Rata-rata tingkat curah hujan di Banjarnegara pada Januari dasarian III sekitar 151  hingga 300 milimeter. Sementara itu, pada Juni mendatang, sebagian wilayah di Banjarnegara dan kabupaten lain di sekitarnya diprakirakan akan memasuki musim kemarau. “Bulan Juni diprakirakan sebagian wilayah Banjarnegara, Banyumas, Purbalingga, dan sekitarnya sudah mulai memasuki musim kemarau,” pungkasnya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...