Menanam Bambu Hoki di Rumah, Sama Sekali Tidak Susah

Editor: Mahadeva

379

JAKARTA – Dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa, bambu hoki dianggap membawa keberuntungan. Menurut Feng Shui, bambu hoki memiliki fungsi untuk memodifikasi ruangan agar terasa nyaman dan berenergi.

Bambu hoki dianggap merupakan tanaman yang mampu menyaring udara. Keberadaanya dianggap bisa mendatangkan Chi (aura) positif ke dalam rumah. Pada pameran Festival Tanaman Hoki yang terselenggara atas kerja sama Taman Buah Mekarsari dengan Mall Artha Gading, bambu hoki sangat banyak dicari pengunjung. Terutama saat hari Imlek (5/2/2019).

Sebenarnya, apa tanaman bambu hoki? Staf Agro Taman Buah Mekarsari, Sodikin, menyebut, bambu hoki bukan termasuk kedalam keluarga bambu. Melainkan tanaman dari keluarga Dracaena.  “Salah satunya yang dikenal masyarakat dari keluarga Dracaena ini adalah tanaman Suji. Bambu hoki merupakan tanaman perdu yang mampu berumur panjang, memiliki batang berkayu dan beralur melintang. Bambu hoki atau bambu Jepang, biasa digunakan sebagai tanaman hias di dalam rumah,” kata Sodikin, Rabu (6/2/2019).

Tanaman  Dracaena sanderiana atau bambu hoki yang masih memiliki daun – Foto Ranny Supusepa

Sodikin menyebut, bambu hoki bisa tumbuh di tanah. Tapi masyarakat lebih banyak menggunakan media tanam berupa air, atau media tanam seperti batu yang digabung dengan air.  “Kalau menggunakan media tanam air, perlu diingat, bahwa akar tanaman ini harus terendam. Dan air harus diganti paling tidak setiap dua minggu sekali. Air yang digunakan, sebaiknya air mineral atau air yang sudah difilter. Jangan pakai air keran. Karena biasanya air keran sudah mengandung fluoride atau chlorine. Dua bahan ini sangat mempengaruhi tumbuh kembang bambu hoki,” urai Sodikin.

Jika menamam dengan menggunakan media tanam tanah, maka tanaman bambu hoki harus sering disiram. Hal itu untuk menjaga kelembapannya. “Bambu hoki akan berkembang baik dalam suhu ruangan. Tidak boleh terlalu dingin dan jangan terlalu panas juga. Bila menggunakan pot dengan media tanam tanah, maka perlu mengganti tanahnya dalam jangka waktu dua atau tiga tahun sekali,” ucap Sodikin.

Pertumbuhan tanaman bambu hoki menurut Sodikin, termasuk jenis yang lambat. Tapi tetap membutuhkan penangkapan secara teratur, jika menginginkan bentuk tertentu. “Dalam satu atau dua tahun, pertumbuhannya tidak banyak. Dengan perawatan yang baik, bambu hoki paling akan bertumbuh maksimal dua kali dari tinggi saat pertama di tanam. Tapi daunnya akan banyak jika tidak dipangkas,” kata Sodikin lebih lanjut.

Jika pada tanaman bambu hoki ditemukan bercak coklat pada daun, Sodikin menyarankan untuk mengecek kondisi air. Baik yang digunakan untuk media tanam atau menyiram. “Kalau ada bercak coklat, artinya ada fluoride atau chlorine yang masuk. Ganti airnya. Atau cek udara, apakah terlalu dingin atau terlalu kering. Paparan sinar pada tanaman ini juga perlu diperhatikan. Terlalu banyak sinar akan membuat daunnya akan menjadi pucat,” pungkasnya.

Lihat juga...