Mengantar Anak ke Posyandu bukan Hanya Tugas Ibu

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

Sumaedi (menggendong anak) yang diberi vitamin A dalam kegiatan Posyandu di balai desa Pasuruan kecamatan Penengahan Lampung Selatan. Foto: Henk Widi

LAMPUNG — Bulan Februari dan Agustus ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan sebagai bulan pemberian vitamin A. Selain bermanfaat untuk mata, juga dapat menjaga kekebalan sekaligus pertumbuhan tubuh.

Bidan Ani Sukartinah pelaksana program gizi Puskesmas rawat inap Penengahan menyebutkan, membawa anak ke Posyandu bukan hanya tugas dari seorang ibu, namun juga anggota keluarga lainnya.

“Pada saat hari pelaksanaan terkadang sang ibu berhalangan hadir, terkadang sang ayah atau kerabat bisa membawa balita. Suplemen vitamin A penting bagi anak,” terang Ani Sukartinah di Posyandu Desa Pasuruan, Jumat (22/2/2019).

Pembagian suplemen vitamin A diberikan kepada bayi berumur 6-11 bulan berdosis 100.000 IU dengan kapsul warna biru. Kapsul merah dengan dosis 200.000 IU diberikan untuk anak umur 12-59 bulan. Vitamin kapsul merah juga diberikan kepada ibu yang dalam masa nifas.

Pemberian vitamin A sangat penting untuk menjaga kekebalan tubuh anak dari infeksi saluran pernapasan, campak dan diare. Selain itu bagi ibu hamil bisa mengurangi resiko kebutaan pada anak yang dilahirkan.

Jariyah, salah satu kader menyebutkan, peran orangtua tersebut sangat penting agar anak bisa mendapat pelayanan kesehatan dasar. Seperti imunisasi, pengukuran berat badan, tinggi badan serta makanan pendamping ASI.

“Pemberian vitamin A kepada balita dilakukan oleh kader Posyandu terlatih dengan cara menggunting isi kapsul dan memencet semua isi kapsul,” sebutnya.
Posyandu
Jariah (kiri) salah satu kader melakukan proses penimbangan balita dalam kegiatan Posyandu di balai desa Pasuruan. Foto: Henk Widi

Sumaedi, salah satu orangtua yang memiliki Balita mangakui, pelayanan dasar bagi anak sangat penting, terutama pada bulan Februari.

“Sebagai ayah saya kerap mengantar anak, terutama saat istri sedang memiliki kesibukan bertepatan dengan jadwal Posyandu,” beber Sumaedi.

Sumaedi menyebut ia tidak merasa canggung sebagai seorang ayah membawa anaknya ke Posyandu. Sebab selain dirinya sejumlah ayah juga mengantar anak merek untuk mendapatkan sejumlah pelayanan standar kesehatan.

Selain itu, mereka juga dapat berkonsultasi terkait gangguan kesehatan anak. Sebab melalui kegiatan Posyandu membuat ia bisa bertemu dengan tenaga kesehatan yang ahli dalam bidang gizi bagi anaknya.

Lihat juga...