Menikmati Pasir Putih di Pantai Waiara Maumere

Editor: Satmoko Budi Santoso

288

MAUMERE – Pantai Waiara di depan hotel Sea World Club menjadi sebuah pantai yang ramai dikunjungi wisatawan lokal dan wisatawan asing yang menginap di hotel-hotel yang berada di sepanjang pantai wisata tersebut.

Pantai berpasir putih ini sangat bersih sekali. Tidak terlihat sampah apalagi sampah plastik yang biasa bertebaran seperti di pesisir pantai lainnya. Beberapa wisatawan asing sedang melakukan diving dengan jarak sekitar 200 meter dari pantai ini.

“Pantainya sangat bersih dan bebas dari sampah. Kami juga bisa melakukan diving dan jaraknya pun juga tidak jauh dari hotel tempat kami menginap,” sebut Jeanete, seorang wisatawan asal Belanda yang sedang berjemur di pantai ini, Minggu (10/2/2019).

Selain itu, kata Jeanete, saat senja wisatawan bisa tiduran di pasir sambil menikmati sunset di ujung barat gugusan pulau kawasan Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Teluk Maumere.

“Sunset juga sangat bagus sebab ada beberapa pulau di bagian barat dalam gugusan pulau Teluk Maumere. Juga ada beberapa perahu nelayan tradisional yang menangkap ikan di teluk ini,” tuturnya.

Marlina Handayani, salah seorang wisatawan asal Jakarta yang sedang menginap di Sea World Club mengaku, sangat senanag melakukan diving di kawasan perairan Teluk Maumere. Bekas-bekas patahan saat tsunami serta gunung-gunung yang timbul di dasar laut menambah indah pemandangan.

“Jalur-jalur patahan saat tsunami tahun 1992 silam terlihat jelas dan membentuk gunung-gunung yang dipenuhi karang yang indah. Meskipun arus lautnya lumayan kencang tetapi airnya sangat jernih,” ungkapnya.

Marlina mengaku, hampir tiga hari berkunjung ke Maumere dan menyempatkan waktu melakukan diving di beberapa spot yang ada di Teluk Maumere. Dirinya juga menyelam hingga ke pulau Babi yang dulunya paling parah terkena tsunami dan sempat beristirahat di pulau pasir putih yang sudah tidak berpenghuni ini.

Martinus Wodon, pengelola Sea World Club menyebutkan, pantai Waiara memang masuk dalam salah satu destinasi wisata karena laut di sekelilingnya terjaga dengan baik. Tidak ada aktivitas pengeboman ikan dan tindakan lainnya yang merusak karang.

Martinus Wodon, pengelola Sea World Club di pantai Waiara, kecamatan Kewapante kota Maumere. Foto: Ebed de Rosary

“Sering saat pagi atau sore hari masyarakat lokal melepas pukat dan wisatawan asing kami persilakan untuk ikut menarik pukat atau jala. Ikan hasil tangkapan nelayan langsung dibeli dan dimasak oleh wisatawan sendiri,” sebutnya.

Dengan begitu kata Martin sapaannya, masyarakat lokal bisa mendapatkan uang dari wisatawan. Selain itu, wisatawan pun mendapatkan pengalaman dan sensasi tersendiri yang belum pernah mereka alami saat menangkap ikan.

“Kami selalu bekerja sama dengan masyarakat lokal dalam mempromosikan pariwisata. Mereka kami imbau untuk jangan merusak ekosistem laut dan menangkap ikan dengan alat tangkap yang ramah lingkungan,” tuturnya.

Selain itu, tambah Martin, saat senja sambil menikmati sunset wisatawan akan dihibur oleh musik kampung. Sambil beristirahat di kursi-kursi sandar yang diletakkan di sepanjang pasir putih di pantai tersebut.

Baca Juga
Lihat juga...