Minimalisir Kesalahan Penanganan Pasien, Dosen Ini Ciptakan Simerdu

Editor: Satmoko Budi Santoso

176

MALANG – Belum adanya sistem rekam medis pasien secara terpadu menyebabkan kasus kesalahan penanganan pasien masih kerap terjadi.

Melihat kondisi tersebut, dosen Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB), Eka Maulana, berhasil menciptakan sebuah inovasi berupa Sistem Rekam Medis Terpadu (Simerdu) berbasis Internet of Things (IoT).

Eka menjelaskan, Simerdu merupakan sistem rekam medis terpadu berbasis internet dan Radio Frequency Identification (RFID) dimana inovasi tersebut dapat digunakan untuk manajemen rumah sakit, klinik dan puskesmas.

“Sistem ini sebagai data recorder dan juga sekaligus untuk sistem rekam medis terpadu yang bisa digunakan oleh pasien, dokter, perawat maupun manajemen rumah sakit,” jelasnya.

Simerdu dilengkapi dengan gelang maupun kartu yang bisa digunakan oleh pasien agar rekam medis pasien bisa teridentifikasi melalui ID-nya. Kemudian juga bisa di-tapping agar data bisa dimasukkan secara online maupun secara lokal di sistem supaya bisa diakses di sistem jaringan internet lainnya.

“Data pasien juga bisa diakses melalui fitur website sehingga data rekam medis terkait dengan pasien tersebut bisa diidentifikasi. Misalnya, obat apa saja yang pernah dipakai, juga dokter atau perawat yang pernah menangani pasien tersebut,” terangnya.

Menurutnya, dengan menggunakan gelang atau kartu Simerdu, pasien bisa melakukan tapping dan melakukan rekam medis, baik kesehatan saat ini, maupun riwayat medis sebelumnya, agar bisa dipantau oleh dokter yang sedang menangani.

Jadi, ketika satu kartu di-tapping, secara otomatis data pasien bisa diakses secara menyeluruh secara nasional, tergantung kapasitas servernya.

“Untuk saat ini, kita masih beli server dan kita buat database di server tersebut, sehingga ketika tapping kita nanti bisa memasukkan data informasi pasien. Apakah perawat, dokter atau fitur-fitur kesehatan lainnya maupun obat,” sebutnya.

Lebih lanjut disampaikan Eka, kehadiran Simerdu juga bisa digunakan untuk memiminimalisir kesalahan penggunaan perangkat medis dan mengurangi malpraktik kesalahan alat atau kesalahan obat.

Karena dari rekam medis tersebut bisa dilacak, sebelumnya pasien pernah menderita penyakit apa, pernah mengonsumsi obat jenis apa dengan dosis seberapa banyak.

“Harapannya dengan sistem rekam medis ini, data pasien bisa cepat terpantau dan sistem pendaftaran juga lebih cepat. Untuk mengurangi antrian dan juga bisa digunakan oleh pihak rumah sakit, misalnya untuk memantau jumlah pasien, riwayat pasien, jenis penyakit yang banyak diderita saat ini. Serta jenis obat yang harus dibeli. Bisa terlacak lebih cepat. Untuk mengambil kebijakan pihak rumah sakit itu sendiri,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...