MUI: Koperasi Tulang Punggung Ekonomi Kerakyatan

Editor: Makmun Hidayat

227

JAKARTA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) mencetuskan gagasan tata kelola ekonomi negara yang berlandaskan keadilan, keumatan, dan kedaulatan. Dengan konsep utamanya adalah koperasi agar ekonomi nasional menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan.

Konsep tersebut tertuang dalam buku The Ma’ruf Amin Way yang diluncurkan di gedung Smesco, Jakarta, Jumat, (1/2/2019).

Dalam buku yang ditulis oleh Sahala Panggabean dan Anwar Abbas tersebut, Ma’ruf menekankan, salah satu cara untuk mewujudkan ekonomi berkeadilan, berpihak pada keumatan dan menjunjung tinggi kedaulatan adalah dengan gerakan koperasi.

“Kita ingin gerakan koperasi ini menjadi motor yang utama ke depan, supaya ekonomi kerakyatan akan benar-benar menjadi tulang punggung ekonomi nasional,” kata Ketua Umum MUI, Ma’ruf dalam sambutannya pada peluncuran buku The Ma’ruf Amin Way.

Menurutnya, konsep ekonomi harus benar-benar sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD)1945, yaitu konsep yang berlandaskan ekonomi kerakyatan.

Dalam sila kelima Pancasila, keadilan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat. Ini berarti sebut dia, keadilan dalam semua aspek utamanya masalah ekonomi. UUD 1945 juga menegaskan, bahwa membangun ekonomi Indonesia berdasarkan kekeluargaan, gotong royong, kebersamaan, dan mutualisme.

Dia menyebutkan, konsep ekonomi yang dahulu ditanamkan dengan membangun konglomerasi melalui teori trickle effect down terbukti gagal. Karena menimbulkan kesenjangan ekonomi nasional.

Pada kesempatan ini, Ma’ruf mengaku kalau dirinya, bukan ahli ekonomi spesifikasi, melainkan lebih ke ekonomi syariah.

“Pengamatan saya, teori trickle down effect melahirkan konglomerat dan diharapkan nanti menetes ke bawah. Ternyata tidak netes-netes, yang atas tetap makin kuat dan yang bawah makin lemah,” takasnya.

Menurutnya, perlu ada usaha yang jelas dalam rangka membangun ekonomi kerakyatan dan keumatan. Berbagai sektor baik dari industri, pertanian, jasa, keuangan, budidaya, peternakan, dan kelautan.

“Saya berharap rakyat terpacu menjadi usahawan termasuk juga para santri menjadi santripreneur,” ujarnya.

Menurutnya, perlu keberpihakan dari pemerintah untuk membuatkan regulasi-regulasi yang menopang. Juga harus ada kemauan dari pelaku ekonomi untuk bekerjasama di dalam membangun ekonomi kerakyatan.

Dia berharap mereka mengambil peran dalam rangka berkolaborasi dan bersinergi dengan kelompok ekonomi kecil atau ekonomi kerakyatan.

“Konsep ekonomi berlandaskan kerakyatan telah bermintra dengan pengusaha besar, melalui penanaman singkong, jagung dan juga beberapa proyek mulai dirintis,” jelasnya.

Peluncuran buku The Ma’ruf Amin Way, dihadiri Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkok dan UKM), Anak Agung Ngurah Puspayoga, Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI Lukmanul Hakim, dan tokoh penggerak koperasi.

Lihat juga...