Nelayan Cilacap yang Tenggelam Ditemukan Meninggal

Editor: Mahadeva

454

CILACAP – Seorang nelayan dari Kabupaten Cilacap yang hilang Selasa (5/2/2019) akhirnya ditemukan Tim Basarnas Pos Cilacap, Rabu (6/2/2019). Korban ditemukan di sekitar TKP perahu terbalik karena membentur karang.

Koordinator Basarnas Pos Cilacap, Moel Wahyono – Foto Hermiana E Efendi

Saat ditemukan, kondisi korban sudah meninggal dunia. ʺSudah ditemukan oleh tim Basarnas, dan korban sudah meninggal dunia, karena sudah hilang semalaman dan tenggelam. Kita evakuasi, dan jenasahnya diantarkan ke rumah korban,ʺ kata Koordinator Basarnas Pos Cilacap, Moel Wahyono , Rabu (6/2/2019).

Korban meninggal atas nama Girwo, warga Dusun Karangmulya, Desa Ujung Gagak, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap. Sebelumnya, sebuah kecelakaan laut  tersebut  terjadi Selasa (5/2/2019), di pantai selatan Pulau Nusakambangan. Lokasi kejadian, berdekatan dengan Pantai Selok. Ada tiga nelayan, yaitu Girwo, Warsito dan Adi di dalam perahu tersebut. Tiba-tiba datang ombak menerjang perahu nelayan sangat keras, perahu nelayan masih bertahan. Namun, saat perahu menabrak batu karang yang berada di sekitar lokasi, perahu tersebut terbalik.

(Baca: https://www.cendananews.com/2019/02/tiga-nelayan-cilacap-alami-laka-laut-satu-masih-hilang.html).

Dengan ditemukannya korban, saat ini Basarnas berkonsentrasi melakukan pencarian terhadap satu nelayan asal Kabupaten Kebumen, yang juga dilaporkan hilang. Basarnas Cilacap menerjunkan satu tim beranggotakan tujuh orang ke Kebumen. ʺKita juga mendapat laporan ada nelayan Kebumen yang hilang. Peristiwanya hampir sama dengan laka laut di Cilacap. Mereka bertiga sedang mencari ikan, perahunya terhantam ombak dan terbalik. Dua diantaranya selamat dan satu nelayan masih hilang,ʺ tandasnya.

Laka laut di Kebumen terjadi di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tegalretno. Tepatnya, di sebelah timur Pantai Petanahan. Nelayan yang hilang atas nama Sardi (46), warga Desa Tegalretno, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen.

Dalam proses pencarian, Basarnas dibantu oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kebumen, SAR Tunas Kelapa, PMI, dan Polsek Petanahan. Basarnas menghimbau agar nelayan berhati-hati saat melaut, dan diminta memperhatikan cuaca, sebab saat ini ombak besar kerap datang tiba-tiba.

Lihat juga...