Panglima TNI: Pesantren Berperan Perkuat Persatuan dan Kesatuan

252

JAKARTA — Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, menyebutkan pesantren berperan dalam menyiapkan umat bersatu membangun bangsa, memperkuat persatuan dan kesatuan, memerangi kemiskinan dan kebodohan serta menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman untuk hidup berdampingan dengan seluruh komponen bangsa lainnya.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI di hadapan sekira 1.000 santri saat silaturahmi dengan keluarga besar Pondok Pesantren (Ponpes) Nahdlatul Ulum, Soreang, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa malam (12/2).

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, ulama, santri dan pondok pesantren dewasa ini memiliki peran yang sangat penting karena umat menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks.

Panglima TNI juga mengatakan bahwa setiap pesantren dipandang sebagai samudera ilmu, dimana para santri mempelajari ilmu agama dibimbing oleh para pengasuh pondok.

“Di pesantren kita tidak hanya menjalankan perintah untuk menuntut ilmu, tetapi juga sekaligus memperdalam pengetahuan agama dan mengamalkannya. Di pesantren pulalah kita dapat memahami ajaran Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam, rahmatan lil’alamin,” kata Panglima TNI dalam rilis yang diterima Cendana News, Selasa malam (12/2/2019).

Disebutkan Panglima TNI, kemajuan yang ada saat ini harus disikapi dengan baik oleh umat Islam dengan cara membangun umat yang berkualitas.

“Umat yang berkualitas adalah umat yang mengamalkan Islam secara kaffah sekaligus membina diri dengan berbagai ilmu pengetahuan dan wawasan. Umat Islam yang berpengetahuan akan menjadi umat yang sejahtera dan unggul,” jelasnya.

Dalam menyikapi berbagai isu dan permasalahan, umat Islam harus dewasa. “Saya katakan demikian karena kita harus melihat setiap masalah dengan kepala dingin, hati yang jernih dan jiwa yang lapang, agar tidak mudah terbakar amarah, terhasut dan bahkan diadu domba,” tuturnya.

Disinilah peran penting pondok pesantren, ulama, dan para santri untuk mendorong masyarakat menjadi masyarakat yang maju dalam ke-Bhinneka Tunggal Ika-an.

Turut hadir pada silaturahmi tersebut diantaranya, Menteri Ketenagakerjaan RI Muhammad Hanif Dhakiri, Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Ganip Warsito, Aster Panglima TNI Mayjen TNI George Elnadus Supit, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi, Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Hamidin, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan Pengasuh Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum, AGH Sanusi Baco.

Lihat juga...