hut

Parigi Moutong Mampu Produksi Kelapa 212.176.000 Butir per Tahun

Ilustrasi [CDN]

PARIGI — Hingga Saat ini Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah masih memiliki areal perkebunan kelapa seluas 26.522 hektare dan terus diupayakan peningkatan produktivitasnya.

“Setiap hektare kebun kelapa dalam terdapat 100 pohon dengan jarak tanam 10 meter per pohonnya, ” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Parigi Moutong yang dihubungi di Parigi, Rabu (6/2/2019).

Kelapa dalam merupakan salah satu komoditas unggulan dan masih menjadi andalan Parigi Moutong di sektor perkebunan selain kakao, serta padi dan jagung di subsektor tanaman pangan. Nelson menjelaskan kelapa dalam milik petani di daerah itu mampu menghasilkan rata-rata 20-an butir buah per satu pohon jenis kelapa lokal, sedangkan jenis kelapa unggulan mampu menghasilkan rata-rata 40-an butir buah setiap kali panen.

“Areal kepala dalam kita masih menunjukan produksi yang baik, dari luas tanam 26.522 hektar itu, produksinya mencapai 8.000 butir per hektare,” ungkap mantan Badan Ketahanan Pangan Parigi Mouting ini.

Sebagai upaya peningkatan produksi, katanya, pada 2018 sebanyak 400 hektare tanaman kelapa dilakukan peremajaan karena dinilai sudah terlalu tua. Program ini selaras dengan harapan pemerintah pusat dalam rangka menciptakan sektor perkebunan yang lebih produktif.

“Petani mampu panen kelapa empat kali dalam setahun, kondisi ini cukup ideal, ” tambahnya. Menurut Nelson, dengan luas tanam 26.522 hektare, potenas produksi bisa mencapai 212.176.000 butir per tahun saat belum dilakukan peremajaan.

Meski tingkat produksi terbilang besar, namun di sisi lain petani kopra justru mengeluh karena harga anjlok dan harga kopra putih saat ini tinggal Rp3.800 per kilogram.

Anjloknya harga dipasaran, memaksa para petani di kabupaten itu harus beralih menjual kelapa biji dengan kisaran harga Rp1.500 hingga Rp2.000 per butir.

“Jual per biji dinilai lebih untung ketimbang kopra. Harga kopra tidak sebanding denga biaya produksi, ” kata Nelson.

Pada sektor perkebunan, tanaman kakao masih berada diperingkat atas dengan luas tanam mencapai 69.704 hektar, sedangkan diperingkat kedua yakni kelapa dalam, kemudian tanaman cengkeh dengan luas tanam mencapai 4.981 hektare. [Ant]

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!