Pariwisata di Pesisir Selatan Tumbuhkan UMKM

Editor: Koko Triarko

148

PESISIR SELATAN – Kabupaten Pesisir Selatan di Provinsi Sumatra Barat, memiliki objek wisata yang terus berkembang. Di antaranya yang terkenal Pantai Carocok, Puncak Langkisau, dan yang lagi populer baru-baru ini ialah Wisata Mandeh. Hal ini turut berdampak positif bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Pesisir Selatan, Lisda Rawdha Hendrajoni, mengatakan sektor pariwisata tidak bisa lepas dari keberadaan pelaku UMKM.

Wisata tidak hanya tentang menikmati keindahan alam, tapi juga wisata kuliner dan berbelanja. Apalagi, di Sumatra Barat, khususnya di Pesisir Selatan, memiliki banyak kuliner dan oleh-oleh yang dapat mengundang wisatawan.

“Kita di Pesisir Selatan ini, UMKM-nya turut berkembang seiring perbaikan infrastruktur pariwisata yang terus dilakukan. Soal kuliner, di sini kita punya masakan  gulai kepala ikan, dan berbagai aneka jenis masakan rendang, serta kue khas daerah. Belum lagi, oleh-oleh, ada batik Tanah Liek khas Pesisir Selatan,” katanya, Selasa (12/2/2019).

Menurutnya, dengan adanya kedatangan wisatawan ke Pesisir Selatan, sangat bagus bagi pertumbuhan UMKM. Sebut saja tentang batik Tanah Liek yang khas Pesisir Selatan, yang ada di daerah Lumpo. Perkampungan Batik Lumpo, seakan menjadi bagian dari perjalan wisata ke Pesisir Selatan.

“Jadi, mereka itu bila ada yang datang ke Kampung Batik tersebut, terlebih dahulu akan disuguhi dengan pemandangan perumahan warga yang dicat dengan motif batik. Tentunya tidak hanya sekadar menikmati Kampung Batik, tapi juga turut berbelanja batik-batik yang ada di kampung itu,” ujarnya.

 

Dikatakannya, dengan adanya orang-orang yang berdatangan ke Kampung Batik itu, diharapkan berdampak positif terhadap perkembangan industri Batik Lumpo.

“Untuk itu, dukungan dari segala pihak untuk kelangsungan kegiatan ini sangat kita harapkan, sehingga Batik Lumpo semakin dikenal dan diminati,”ujarnya.

Bahkan, tidak hanya sekadar untuk mendatangi Lumpo, di daerah itu juga banyak dijual makanan yang bisa dinikmati, seperti palai bada, lompong sagu, dan kue-kue khas daerah lainnya. Dengan demikian, UMKM merasakan betul dampak adanya kunjungan wisatawan ke Pesisir Selatan.

Menurutnya, hal tersebut juga merupakan langkah Pemkab Pesisir Selatan mendukung pertumbuhan ekonomi, yang dimulai dari mencintai dan menggunakan produk dalam negeri, yang merupakan hasil kreativitas pelaku UMKM.

“Batik adalah produk lokal di Pesisir Selatan, makanan atau kuliner lainnya juga merupakan produk lokal. Jadi, dengan menggunakan produk lokal dalam keseharian akan turut mendukung pertumbuhan ekonomi, dan sebagai wujud gerakan mencintai produk dalam negeri,” sebutnya.

Lisda menilai, perlu ada rasa bangga dalam menggunakan produk dalam negeri. Karena ada beberapa orang yang merasa malu, jika menggunakan produk lokal. Padahal, dengan adanya rasa bangga itu, akan menghargai para perajin atau pelaku usahanya.

“Agar produk dalam negeri tidak kalah bersaing dari barang-barang impor, para perajin atau pelaku usaha perlu melakukan inovasi dan menjaga kualitas dengan harga yang terjangkau. Para pelaku UMKM juga terus melakukan inovasi dan meningkatkan kualitas produknya,” ungkapnya.

Ia mengaku, pihaknya  tidak ada henti-hentinya mengajak masyarakat, hingga PKK yang ada di kecamatan, untuk ikut mempromosikan produk – produk lokal Pesisir Selatan, sehingga lebih dikenal dan dapat diminati oleh masyarakat. Caranya, setiap keunggulan yang ada di setiap kecamatan harus terus ditingkatkan dan dikembangkan. Baik itu, kuliner, suvenir, yang mampu menjadi oleh-oleh cinderamata, dan juga membantu masyarakat.

Di mana pun berada, katanya, promosi harus terus dilakukan, agar lebih dikenal lagi potensi kuliner, suvenir dan pariwisata Pesisir Selatan. Untuk itu, PKK harus mampu mendukung perusahaan, tentu saja aktif dalam berbagai kegiatan.

Lisda melihat, dengan menjadikan Kabupaten Pesisir Selatan sebagai tuan rumah yang baik, maka akan mendapat kepercayaan yang baik pula.

“Kalau bukan secara bersama untuk membangun Pesisir Selatan ini, siapa lagi yang akan memulai yang sudah berjalan sekarang, untuk terus ditingkatkan,” tegasnya.

Baca Juga
Lihat juga...