Pasar Sambilegi di Sleman, Raih Penghargaan BPOM

295

SLEMAN  – Pasar Sambilegi di Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menerima penghargaan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI kategori Pasar Aman dari Bahan Berbahaya.

“Penghargaan tersebut diberikan bersamaan dengan peringatan ulang tahun ke-18 BPOM yang diselenggarakan di Area Parkir Car Free Day Halaman Pakir Sarinah Jakarta,” kata Kepala Bagian Humas Setda Kabupaten Shavitri Nurmala Dewi di Sleman, Minggu.

Menurut dia, Kabupaten Sleman menjadi satu-satunya penerima penghargaan kategori pemerintah daerah subkategori Pasar Aman dari Bahan Berbahaya.

“Pasar Sambilegi Maguwoharjo Sleman adalah pasar yang mendapatkan penilaian dan memperoleh penghargaan dari Badan POM RI,” katanya.

Ia mengatakan, Bupati Sleman Sri Purnomo menerima langsung penghargaan tersebut yang diserahkan Kepala BPOM RI, Dr. Ir. Penny K. Lukito, MCP.

Ia mengatakan, Sri Purnomo menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan awal dari perjuangan untuk menjadikan pasar di Kabupaten Sleman yang benar-benar aman dari bahan-bahan berbahaya.

“Sri Purnomo mengibaratkan apa yang telah dilaksanakan ini adalah bentuk tindakan preventif, yang artinya lebih baik mencegah daripada mengobati. Jadi menghindarkan konsumen dan juga melindungi konsumen untuk tidak mengonsumsi bahan-bahan berbahaya,” katanya.

Selain itu dengan komitmen bersama dari lintas sektor peredaran bahan-bahan berbahaya di pasar tradisional dapat diminimalisir.

Kepala Dinas Perindustian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Tri Endah Yitnani, mengatakan, bahwa Pemerintah kabupaten Sleman dalam memulai pengawasan penyalahgunaan bahan berbahaya dalam pangan dirintis Dinas Pasar sejak 2011 bekerja sama dengan BPOM DIY.

Selanjutnya, Bupati Sleman menerbitkan SK tentang tim pengawas terpadu penyalahgunaan bahan berbahaya dalam pangan sejak 2013 dengan melibatkan lintas SKPD (Dinas Kesehatan, Dinas Perindagkop, Dinas Pasar, Satpol PP).

“Hal ini menandakan bahwa komitmen kepala daerah terhadap permasalahan bahan berbahaya untuk pangan sangat tinggi,” katanya.

Pasar Sambilegi merupakan pasar yang terletak di Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, dengan luas area 4.602 meter persegi terletak di pinggir Jalan Solo yang merupakan penghubung Yogyakarta dan wilayah Jawa tengah seperti Klaten dan Solo.

Berdasarkan jenis barang yang dijual, Pasar Sambilegi termasuk pasar kelas B, yaitu menjual aneka kebutuhan masyarakat mulai dari sayur, buah, daging, ikan, ayam, makanan atau jajanan matang, bumbu serta barang nonkonsumsi seperti peralatan dapur, pakaian dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Jumlah pedagang sebanyak 348 orang yang menempati 44 kios dan 304 los pasar. Telah memiliki Paguyuban pedagang pasar.

Beberapa anggotanya bertugas membantu BPOM di Yogyakarta untuk melakukan sampling, pengujian serta pembinaan kepada pedagang yang produk pangannya tidak memenuhi syarat. Petugas pasar juga sudah mendapatkan pelatihan kegiatan yang sama.

Pasar Sambilegi telah dilengkapi dengan bangunan pasar permanen yang terpelihara. Tidak terlihat genangan air dan terdapat lorong yang cukup untuk pengunjung. Pasar memilki ventilasi dan pencahayaan yang baik. Setiap los sudah dilengkapi dengan fasilitas yang layak dan tertata dengan baik. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...