Pascatsunami, Nelayan di Pandeglang Butuh Bantuan Perahu

273

PANDEGLANG  – Sejumlah nelayan pesisir selatan Pandeglang, Banten, pascatsunami membutuhkan bantuan perahu guna kelancaran usaha tangkapan ikan.

“Kita sekarang tengah memperbaiki perahu yang rusak akibat diterjang tsunami,” kata Holid (45) seorang nelayan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Teluk, Labian, Minggu.

Perahu miliknya itu mengalami kerusakan berat, karena sebagian kayu terlepas juga mesin motornya hilang.

Kerusakan perahu itu tentu membutuhkan modal sekitar Rp20 juta, namun hingga kini belum memiliki modal.

Karena itu, dirinya berharap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pemerintah Banten maupun BUMN dapat menyalurkan bantuan perahu.

“Kami sangat membutuhkan bantuan perahu agar bisa kembali melaut,” katanya menjelaskan.

Begitu juga Tahlidin (55), seorang nelayan TPI Pantai Carita mengatakan sebagian besar nelayan di sini belum melaut akibat kerusakan perahu diterjang gelombang tsunami.

Nelayan di sini sekitar 50 orang tentu cukup mendambakan bantuan perahu agar bisa kembali normal melaut pascatsunami.

Mereka nelayan selama tidak melaut terpaksa usaha sampingan dengan beralih profesi menjadi pengojek sepeda motor, pedagang keliling dan buruh bangunan.

“Kami belum berpikir untuk kembali melaut karena tidak memiliki modal yang diperkirakan menghabiskan dana sebesar Rp17 juta itu,” katanya.

Sementara itu, Yanto, seorang petugas TPI Teluk mengaku bahwa nelayan di sini sekitar 700 orang belum semua melaut akibat diterjang tsunami.

Kebanyakan nelayan TPI Teluk secara tradisional dengan menggunakan perahu kincang dan bermesin motor beleketek.

Mereka nelayan itu hingga kini masih tinggal di pengungsian akibat rumahnya hancur diterjang tsunami.

“Kami memperkirakan kerusakan perahu sekitar 60 persen dan perlu mendapatkan bantuan agar nelayan kembali melaut,” katanya. (Ant)

Lihat juga...