hut

Pedagang di Sleman Punya Cara Atasi Mahalnya Harga Cabai

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Sejumlah pedagang bakso bakar keliling di Sleman, memiliki cara tersendiri untuk mengatasi fluktuasi harga cabai. Mereka berinovasi dengan mengawetkan cabai basah menjadi bentuk serbuk kering yang lebih awet atau tahan lama. 

Seperti dilakukan Putri, warga Dusun Glondong, Tirtomartani, Kalasan, Sleman. Saat harga cabai anjlok, ia mengaku membeli cabai langsung dari para petani. Cabai murah tersebut kemudian diolah sedemikian rupa menjadi bentuk kering, dengan cara dijemur selama beberapa hari.

“Cabai kering bisa lebih awet. Bahkan sampai dua tahun. Sehingga jika sewaktu-waktu harga cabai melonjak sampai Rp80-100 ribu, kita tidak bingung karena sudah punya stok. Sehingga tidak perlu beli,” katanya, Selasa (12/02/2019).

Menurut Putri, selain awet, cabai kering juga memiliki tingkat kepedasan hampir dua kali lipat dibandingkan cabai basah biasa. Untuk mengolahnya pun terbilang sangat mudah. Yakni, cukup dengan merendam cabai kering itu, lalu merebusnya dengan air panas.

“Sekali olah, kadang bisa 1-2 kwintal cabai. Cabainya jenis burda. Lima kilo cabai basah itu bisa menghasilkan 1 kilo cabai kering. Kita sendiri membutuhkan paling tidak seperlima  kilo cabai setiap hari untuk jualan bakso bakar keliling,” ujar wanita asal Wonogiri ini.

Dijelaskan, pengolahan cabai basah menjadi kering itu dilakukan dengan cara cabai dijemur di bawah terik sinar matahari. Setelah beberapa hari, cabai kering kemudian dikemas dalam wadah rapat, agar tidak terkontaminasi bakteri yang dapat membuat busuk cabai.

“Kalau sekarang, harga cabai masih murah, Rp8-9 ribu per kilogram. Setelah dalam bentuk kering, diual bisa laku Rp40 ribu per kilo,” pungkasnya.

Lihat juga...