Pemasangan APK di Sikka Masih Langgar Aturan

Editor: Satmoko Budi Santoso

257

MAUMERE – Pemasangan alat peraga kampanye (APK) baik itu baliho, stiker maupun spanduk di kota Maumere kabupaten Sikka banyak yang melanggar aturan. KPU sudah memberikan titik yang akan jadi lokasi pemasangan kepada partai dan Caleg DPD namun masih saja dilanggar.

“Kami sudah sejak awal memberikan titik-titik yang menjadi lokasi pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) namun masih saja dilanggar. Ini menjadi tugas Bawaslu untuk menertibkannya,” sebut ketua KPU Sikka, Fery Soge, Selasa (19/2/2019).

Dikatakan Fery, memperhatikan surat dari Sekda Sikka mengenai lokasi pemasangan APK dan lokasi kampanye, maka KPU Sikka mengeluarkan keputusan. Untuk kota Maumere, terdapat 10 titik pemasangan baliho dan APK lainnya.

Ketua KPU kabupaten Sikka, Yohanes Krisostomus Fery Soge. Foto: Ebed de Rosary

“Untuk kecamatan pun semuanya sudah diberikan titik-titik pemasangan APK. Maka bila ada yang melanggar Bawaslu harus segera melakukan penertiban,” pintanya.

Selain itu, pemasangan iklan kampanye di media massa mulai tanggal 24 Maret 2019. Hal ini sesuai dengan peraturan KPU Nomor 23 tahun 2018 tentang Kampanye. Iklan kampanye tersebut berlangsung hingga tanggal 13 April 2019.

“Kalau sekarang banyak yang beriklan di media massa maka itu menjadi tugas Bawaslu. Tugas kami hanya menyampaikan kepada partai maupun calon DPD termasuk memberitahukan kepada para wartawan,” tegasnya.

Katharina Nona, salah seorang warga kota Maumere, menyesalkan pemasangan baliho di kota Maumere yang terkesan semrawut. Bahkan ada yang memasang baliho berukuran kecil di pohon-pohon.

“Orang sesuka hati memasang baliho seenaknya di tempat-tempat umum dan mengganggu pemandangan. Wajah kota pun semakin semrawut karena dikepung baliho dimana-mana,” sesalnya.

Rina, sapaannya, meminta agar Bawaslu Sikka dan Satpol PP segera menertibkan APK terutama baliho yang bertebaran dimana-mana. Banyak baliho yang sudah rusak masih saja terpasang dan hanya tertinggal rangkanya saja.

Ketua Bawaslu kabupaten Sikka, Harun Al Rasyid, mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Satpol Pp telah berulangkali melakukan pembersihan APK di berbagai titik di kota Maumere. Baliho tersebut dipasang di lokasi yang tidak diperbolehkan.

“Kami sudah beberapa kali melakukan penertiban dan membongkar baliho yang dipasang bukan di titik-titik yang telah ditentukan. Bahkan yang berada di atas pohon pun sudah kami copot,” tegasnya.

Harun mengaku, akan melakukan penertiban kembali bersama Satpol PP Sikka. Menurutnya, sudah semakin banyak baliho yang dipasang tidak melalui aturan, padahal harusnya parpol dan peserta pemilu mengetahui hal ini.

Lihat juga...