Pembuang Limbah di Sungai Taman Pancing Diganjar Denda Rp1 Juta

Editor: Mahadeva

131

DENPASAR – Warga yang membuang limbang lhaundry ke Sungai Taman Pancing diganjar denda Rp1 juta. Denda tersebut keputusan dari sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) yang digelar di PN Denpasar.

Pada sidang yang berlangsung, Rabu (13/2/2019), dari tiga orang tersangka yang diajukan, hanya dua yang datang mengikuti sidang. Ke-dua pelanggar disangkakan melanggar Perda No.1/2015, tentang ketertiban umum.

Sekretaris DLHK Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa.-Foto: Sultan Anshori

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa, mengatakan, dari penindakan yang merupakan tindalanjut serangkaian Inspeksi Mendadak (Sidak), ditemukan tiga orang pelanggar. “Kita ajukan sidang tipiring terhadap tiga orang pelanggar, namun yang hadir hanya dua orang, nanti kita agendakan sidang lagi bagi yang belum hadir,” jelasnya.

Dua orang yang disidang terdiri dari pembuang sampah dan pembuang limbah di kawasan Taman Pancing, Denpasar Selatan (Densel). Pengusaha lhaundry, kedapatan membuang limbah ke sungai dengan menanam pipa di bantaran sungai.

Gustra menekankan, Sidang Tipiring merupakan upaya untuk mengedukasi masyarakat. Untuk membangun pemahamanan akan pentingnya mentaati aturan yang berlaku. “Bagi para pelanggar perda tentu kami akan tindak tegas,” tandas Gustra.

Sidang Tipiring yang dipimpin oleh Majelis Hakim, IGN Partha Bhargava, dan Panitera, I Ketut Adiun, menjatuhkan hukuman denda Rp300 ribu kepada pembuang sampah, serta Rp1 Juta bagi pembuang limbah.

Sebelumnya, DLHK Kota Denpasar melaksanakan penyisiran di Tukad Taman Pancing, guna mengatasi limbah busa. Dari kegiatan tersebut, berhasil ditemukan sebuah pipa yang disinyalir menjadi penyebab busa di Tukad Taman Pancing. (Baca : /2019/02/dlhk-tutup-pipa-pembuang-limbah-ke-sungai-taman-pancing.html)

Baca Juga
Lihat juga...