hut

Pemda Flotim Lanjutkan Pembangunan Pasar Inpres Larantuka

Editor: Koko Triarko

LARANTUKA – Pemerintah Daerah (Pemda) kabupaten Flores Timur (Flotim), pada 2019 kembali menganggarkan dana sebesar Rp200 juta, untuk melanjutkan pembangunan beberapa sarana di Pasar Inpres Larantuka.

“Tahun ini, kita anggarakan lagi dana untuk pembangunan beberapa fasilitas, agar masyarakat dan para pedagang bisa lebih aman dan nyaman dalam melaksanakan aktivitas di pasar ini,” kata Wakil Bupati Flotim, Agustinus Payong Boli, Kamis (7/2/2019).

Menurut Agus, anggaran sebesar itu dialokasikan untuk pembangunan sarana air bersih serta perbaikan jalan masuk menuju pasar terbesar di kota Larantuka ini. Dirinya telah menggelar rapat bersama instansi terkait untuk menindaklanjuti hal ini.

Wakil Bupati Flores Timur, Agsutinus Payong Boli, SH., -Foto: Ebed de Rosary

“Saya telah memerintahkan pelaksana tugas kepala dinas perindag dan kepala BKD, untuk segera mengerjakan pekerjaan jalan masuk dan perbaikan saluran air mulai bulan Januari ini,” tuturnya.

Dengan selesainya pembangunan ini, kata Agus, diperkirakan awal Maret 2019 nanti pedagang sudah bisa menempati pasar ini. Dirinya pun sudah memerintahkan Plt. Kepala Dinas Perindag dan BKD Flotim, untuk mendata dan memprioritaskan pedagang lama yang akan menempati los pasar ini.

“Saya juga minta agar para pedagang lokal juga diberikan kesempatan yang lebih besar untuk berdagang dan memanfaatkan areal pasar ini. Saat pendataan ulang, memang ditemukan ada 9 pedagang yang memiliki 2 los pasar, sehingga ini tidak diperbolehkan lagi,” ungkapnya.

Agus menegaskan, agar tidak boleh ada pedagang yang memonopoli dan memiliki los pasar lebih dari satu, sehingga pedagang yang lainnya tidak kebagian. Semua masyarakat memperoleh hak yang sama dalam menggunakan fasilitas negara ini.

“Para pedagang kecil dari desa yang menjual sayur dan aneka hasil kebun lainnya, akan didata dan tidak boleh dipungut retribusi. Nantinya pemerintah akan memberikan payung duduk untuk mereka sebagai pelindung, dan tidak menggelar dagangan di tanah,” tegasnya.

Sejak dilantik pertengahan 2017, kata Agus, dirinya bersama Bupati Anton Hadjon telah melakukan berbagai hal, termasuk mengalokasikan anggaran sebesar hampir Rp2 miliar, untuk menata pasar ini.

“Kami bukannya tidak mendengar keluhan pedagang dan masyarakat soal belum selesainya pembangunan pasar ini. Kita ingin melakukan penataaan dengan lebih baik, agar pedagang dan pembeli bisa melakukan transaksi dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Inspektur Daerah Kabupaten Flotim, Ahmad Bethan, saat diminta konfirmasinya oleh media terkait terkatung-katungnya pembangunan pasar Inpres Larantuka sejak 2016, mengaku ada temuan kerugian negara, dan kontraktor pelaksana PT. Jaflorindo Utama bersedia menggantinya.

“Adanya kerugian dalam pembangunan fisik Pasar Inpres itu terjadi karena kelalaian PPK, kelalaian rekanan dalam bekerja, kelalaian konsultan pengawas, dan kelalaian dari petugas teknis proyek tersebut,” tegasnya.

Total kerugian negara akibat kelalaian ini, sebut Ahmad, sebesar Rp1,082 miliar,  akibat kelalaian PPK, konsultan pengawas, dan kelalaian petugas teknis proyek senilai Rp786,203.juta. Sedangkan, kerugian akibat pengerjaan tidak sesuai spesifikasi senilai Rp296,138 juta.

“Semua  data ini, menurut Ahmad, telah diserahkan Insprektorat  Daerah Flotim kepada bupati untuk ditindaklanjuti,” sebutnya.

Lihat juga...