Penanganan Kerusakan Hutan Jadi Prioritas Pemprov NTB pada 2019

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

257
Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat, Zulkiflimansyah/ Foto : Turmuzi

MATARAM — Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkiflimansyah mengatakan, selain kemiskinan, penanganan kerusakan hutan akibat aksi pembalakan liar dan illegal logging menjadi salah satu prioritas Pemprov pada 2019.

Hal tersebut disampaikan Zul usai mengikuti rapat paripurna pembahasan Raperda yang salah satunya terkait pengawasan dan pengelolaan kawasan hutan NTB, di kantor DPRD, Rabu (20/2/2019).

“Kondisi hampir sebagian besar kawasan hutan kita di NTB sekarang sangat memprihatinkan dan kritis, sehingga perlu penanganan serius,” kata Zul.

Dengan adanya Raperda yang mengatur pengawasan dan pengelolaan kawasan hutan tersebut, kerusakan diharapkan bisa lebih diminimalisir.

Sebagai upaya mengatasi kerusakan kawasan hutan, serta mengembalikan fungsi kawasan hutan di NTB, Pemprov bersama Pemda Kabupaten Kota telah melakukan penanaman pohon di kawasan hutan yang mengalami kerusakan.

“Termasuk memberikan tindakan tegas bagi para pelaku, melalui tindakan hukum, supaya bisa memberikan efek jera,” katanya.

Dalam Raperda yang dibuat bersama DPRD tersebut juga mengatur tentang pengelolaan kawasan hutan secara profesional, artinya masyarakat dipersilahkan memanfaatkan kawasan hutan, tapi tidak dibenarkan menebang pohon yang ada, termasuk mengubah fungsi pokoknya.

Sebab dengan tetap membiarkan kawasan hutan lestari, kesinambungan pembangunan bisa berlangsung baik, bencana alam seperti banjir dan longsor juga bisa diminimalisir.

Data Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB, luasan lahan kritis sampai sekarang mencapai 578.645,97 hektare. Sekira 13,19 persen kerusakan terjadi di kawasan hutan yang total luas lahannya mencapai 1.071.722,83 hektare.

Luasan tersebut terbagi atas hutan lindung seluas 41,91 persen, hutan produksi 41,89 persen dan hutan konservasi seluas 16,20 persen. Keberadaannya tersebar secara merata di seluruh NTB. Pembukaan lahan untuk bercocok tanam dan kebakaran hutan baik karena faktor cuaca maupun yang sengaja dibakar juga menjadi penyebab terjadinya kerusakan hutan.

Baca Juga
Lihat juga...