hut

Pengoperasian Bus Sekolah di Banyumas Terkendala Kelengkapan Surat

Editor: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Kabupaten Banyumas menerima hibah bus sekolah sebanyak dua armada dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Hanya saja, sampai saat ini, bus sekolah tersebut belum bisa dioperasikan, karena masih terkendala kelengkapan surat-surat dan administrasi lainnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banyumas, Sugeng Hardoyo mengatakan, kemungkinan bus tersebut baru bisa dioperasikan pada pertengahan tahun ini. Karena tidak mungkin, bus dioperasikan tanpa kelengkapan surat-surat.

ʺKementerian Perhubungan memberikan hibah bus sekolah untuk seluruh wilayah di Indonesia dan Banyumas mendapat dua armada. Bus tersebut sudah dikirim ke Banyumas sekitar 1,5 bulan lalu, namun belum dilengkapi surat-surat, seperti Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan lainnya. Sehingga kita belum bisa mengoperasikan,ʺ jelas Sugeng, Sabtu (2/2/2019).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banyumas, Sugeng Hardoyo. Foto: Hermiana E. Effendi

Lebih lanjut Sugeng menjelaskan, sesuai dengan instruksi dari Kemenhub, bus sekolah akan dioperasikan untuk daerah yang tidak terjangkau angkutan umum.

Rencananya, untuk Banyumas akan dioperasikan di Kecamatan Somagede. Di daerah tersebut, banyak desa yang belum terjangkau angkutan umum.

Petugas dari Dishub Banyumas, sudah melakukan uji coba jalur sekaligus dengan sopir bus. Sebelumnya, Dishub telah melakukan kajian terlebih dahulu ketika menentukan trayek bus sekolah. Sehingga trayek tersebut tidak akan mengganggu organda, karena memang kosong dan tidak ada yang melayani.

Sementara untuk sopir bus, Dishub Banyumas juga sudah melakukan seleksi dan mendapatkan sopir yang handal. Sopir bus nantinya menjadi tanggungan Dishub Banyumas, beserta  BBM, pemeliharaan bus dan lain-lain. Bus bantuan dari Kemenhub tersebut merupakan bus berukuran sedang dengan kapasitas penumpang sekitar 40 orang.

ʺUkuran bus memang disesuaikan dengan kondisi wilayah dan jalan, karena diperuntukkan daerah yang belum terjangkau angkutan umum, yang secara otomatis merupakan daerah pinggiran. Dan jalan yang dilalui juga tidak terlalu lebar,ʺ jelasnya.

Dengan adanya bus sekolah ini, diharapkan bisa mengurangi angka kecelakaan lalu lintas maupun pelanggaran lalu lintas. Mengingat, banyak anak sekolah di bawah umur yang sudah menggunakan kendaraan bermotor, padahal mereka belum memiliki SIM.

Lihat juga...