Pengungsi di Way Muli Timur Tergantung Bantuan Air Bersih Siap Minum

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Pengungsi di lokasi pengungsian Desa Way Muli Timur, Kecamatan Rajabasa, hidupnya bergantung pada bantuan air bersih siap minum.

Aminah, salah satu pengungsi di blok A Desa Way Muli Timur menyebut, pengungsi sangat tergantung dengan instalasi air bersih, yang dibangun oleh Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Fasilitas yang dibangun kementerian tersebut, merupakan instalasi air bersih siap minum. Fasilitas tersebut ditempatkan di pojok lokasi pengungsian, sehingga bisa diakses oleh masyarakat secara mudah dan terbuka.

“Instalasi air bersih sangat vital bagi kami yang tinggal di pengungsian karena kondisi di tenda sangat panas sehingga kami kerap kehausan, beruntung ada instalasi air siap minum,” beber Aminah, saat ditemui Cendana News, Rabu (20/2/2019).

Aminah menggunakan berukuran lima liter, yang airnya bisa digunakan untuk kebutuhan selama dua hari. Sebelum fasilitas tersebut ada, warga mengandalkan bantuan air mineral kemasan.

Hasanudin,salah satu pengungsi yang memanfaatkan air bersih di lokasi pengungsian Way Muli Timur – Foto Henk Widi

Hasanudin, pengungsi lain menyebut, Dia masih bertahan di tenda pengungsian karena rumahnya tidak bisa ditempati lagi. Ia masih proses pembangunan hunian Sementara (huntara). Ada sekira 30 huntara yang dibangun pemerintah, dengan konstruksi rangka baja. “Harapan kami huntara yang lebih layak cepat dibangun karena di desa lain seperti desa Banding sudah selesai dibangun,” beber Hasanudin.

Bantuan instalasi air bersih siap minum, menurut Hasanudin meringankan beban pengungsi. Alat tersebut membantu pemenuhan air bersih pengungsi yang sudah dua bulan tinggal di pengungsian.

Lihat juga...