Penjualan Kerajinan Bambu Tetap Stabil Meski Harga Bahan Baku Naik

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LAMPUNG — Pascatsunami, kebutuhan akan bambu di Lampung Selatan meningkat. Baik digunakan untuk bahan bangunan, perbaikan peralatan perahu serta sejumlah peralatan lain.

Sapardin, salah satu nelayan di Kalianda menyebutkan, kebutuhan akan bambu mencapai puluhan hingga ratusan batang untuk peralatan perahu jenis bagan congkel, bagan mini dan bagan apung. Kebutuhan yang meningkat tersebut membuat harga mengalami kenaikan. Jenis yang mengalami kenaikan harga di antaranta bambu hitam, bambu tali serta bambu ori.

Sebelumnya harga bambu hitam dibeli dengan harga Rp2.000 per batang naik menjadi Rp3.000 per batang. Beberapa jenis bambu lain mengalami kenaikan berkisar Rp1.000 hingga Rp2.000 per batang tergantung usia dan ukuran.

“Semua peralatan yang terbuat dari bambu di pesisir pantai banyak yang rusak. Hal ini berimbas kebutuhan bambu meningkat lebih banyak dibandingkan kondisi normal,” terang Sapardin salah satu nelayan yang tengah membersihkan bambu untuk katir perahu miliknya, Selasa (12/2/2019).

Kerajinan Bambu
Sapardin, menggunakan bambu untuk katir atau sayap perahu. Foto: Henk Widi

Naiknya harga bahan baku juga dialami oleh pengrajin, Ngatirin, pemilik usaha penjualan peralatan terbuat dari bambu.  Sejumlah peralatan dari bambu tetap dijual dengan harga normal. Di antaranya sangkar burung, penutup makanan, kandang ayam hingga kandang kelinci.

“Saya memiliki usaha penjualan beberapa peralatan terbuat dari bambu namun belum ada pengaruh terhadap harga jual meski harga bahan baku naik,” terang Ngatirin.

Ngatirin menyebut sangkar burung dijual dengan harga Rp35.000 hingga Rp300.000 menyesuaikan ukuran. Sejumlah peralatan rumah tangga berupa penutup makanan terbuat dari bambu dan rotan dijual seharga Rp80.000. Ronjot atau keranjang terbuat dari bambu dijual seharga Rp90.000 hingga Rp100.000 perbuah.

Harsono, salah satu pembeli ronjot menyebut ia membeli alat tersebut untuk mengangkut jagung dan barang. Ronjot disebutnya sekaligus menjadi modal usaha untuk mengangkut hasil pertanian yang akan dibawa ke pasar.

Membeli dengan harga Rp100.000 ia menyebut ronjot bisa dipergunakan untuk usaha mengangkut hasil pertanian dengan upah sekitar Rp30.000 sekali angkut. Perabotan dari bambu masih menjadi pilihan baginya untuk membawa barang. Selain harga terjangkau ronjot juga bisa dipergunakan untuk mengangkut pakan ternak kambing sebagai usaha sampingan yang dimilikinya.

Lihat juga...