hut

Perangi “The Silent Killer”, Armed 12 Vaksinasi Prajurit

Prajurit Yonarmed 12/Kostrad mendapatkan vaksinasi Hepatitis B - Foto Yon Armed 12/Kostrad

NGAWI – Puluhan prajurit Yonarmed 12/Kostrad, mendpatkan vaksinasi Hepatisis B. Kegiatan vaksinasi digelar di Tonkes Armed 12/Kostrad, Jumat (15/2/2019).

Vaksinasi diberikan ke prajurit Armed 12/Kostrad itu, untuk memberi jaminan imunitas tubuh prajurit Terutama dari penyakit Hepatitis B. “Vaksinasi itu salah satu tindakan preventif  kesehatan, bertujuan untuk menghindarkan prajurit dari penyakit Hepatitis B,” jelas Danyonarmed 12/Kostrad Mayor Arm Ronald Siwabessy, seperti dalam rilis tertulis yang diterima Cendana News, Jumat (15/2/2019).

Hepatitis B, sangat sulit untuk dikenali. Dampak yang timbul akibat penyakit tersebut, tidak langsung terasa pada penderita. “Banyak orang yang tidak sadar jika dirinya terinfeksi penyakit tersebut, seiring dengan dikenalnya penyakit kerusakan hati dengan sebutan the silent killer. Apalagi, bagi seorang prajurit TNI yang setiap harinya beraktivitas dengan menggunakan fisik,” tambahnya.

Melalui vaksinasi tersebut, diharapkan prajurit Yonarmed 12, dapat memiliki kondisi fisik yang prima, untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. “Yonarmed 12 sebagai suatu kesatuan militer yang tinggi aktivitas berkelompok, tidak hanya harus peka dengan adanya penyakit di lingkungan individu, melainkan juga harus berpikir bagaimana melakukan pencegahan dini terhadap kemungkinan timbul dan menularnya suatu penyakit. Maka dari itu, kita himbau kepada seluruh prajurit Yonarmed 12/Kostrad, agar selalu sadar untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungannya,” tuturnya.

Kepala Poli Kesehatan Kodim (Kapolkesdim), Peltu Juwoto, vaksinasi tersebut kegiatan rutin. Dilakukan selama tiga tahap. Tahap pertama dan kedua, dilakukan pada Agustus dan September tahun lalu. “Nah, saat ini memasuki tahap ketiga. Hepatitis B, ialah infeksi serius pada hati, yang disebabkan oleh virus Hepatitis B (HBV). Jika tidak segera ditangani dengan baik dan benar, sang penderita akan mengalami kondisi akut dan kronis,” pungkasnya.

Lihat juga...