Peringati HPN, Sejumlah Jurnalis Gelar Bedah Rumah Warga Miskin

Editor: Satmoko Budi Santoso

257

YOGYAKARTA – Sejumlah jurnalis Kulon Progo yang tergabung dalam Paguyuban Wartawan Kulon Progo (PWK) menggelar Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2019 dengan melaksanakan kegiatan bedah rumah milik warga miskin di kabupaten sisi barat Yogyakarta tersebut.

Kegiatan ini digelar sebagai bentuk kepedulian sosial insan pers Kabupaten Kulon Progo dalam rangkaian peringatan HPN yang puncaknya akan dilaksanakan Senin (11/2/2019) besok. Selain bedah rumah, juga akan dilaksanakan sarasehan dan edukasi kepada masyarakat untuk lebih melek media dan menekan penyebaran berita bohong atau hoaks.

“Bedah rumah ini adalah bentuk kepedulian teman-teman wartawan untuk ikut membantu warga miskin yang kondisi rumahnya tidak layak huni,” jelas Ketua PWK Asrul Sani, dalam pelaksanaan bedah rumah di rumah Catur Kuswanto di Dukuh Sidowayah, Desa Hargowilis, Kokap, Kulon Progo, Minggu (10/2/2019).

Secara simbolis bantuan diserahkan langsung kepada Catur Kuswanto berupa uang tunai Rp10 juta. Sedangkan dari Baznas Rp5 juta, serta dari Dinas Komunikasi Informatika dan dari SMP 1 Kokap.

Catur Kuswanto sendiri merupakan warga miskin yang setiap hari bekerja sebagai buruh harian lepas. Sedangkan istrinya menjadi ibu rumah tangga dan mengurus dua anaknya.

Sebelum direnovasi, kondisi rumah keluarga Catur Kuswanto nampak hanya berdinding gedhek atau anyaman bambu. Sementara lantainya masih berupa tanah. Lewat bedah rumah yang merupakan program sosial gagasan Bupati Kulon Progo ini, diharapkan warga miskin di Kulon Progo mampu memiliki rumah yang layak huni.

Tanpa menggunakan APBN, program ini lebih banyak memanfaatkan kepedulian pihak swasta seperti perusahaan melalui dana CSR dan organisasi lainnya.

Mengambil momentum HPN inilah, PWK sepakat untuk melaksanakan program bedah rumah dengan patungan dari anggotanya dan dari beberapa donatur lain.

“Kita ingin memancing agar organisasi lain atau profesi lain bisa ikut peduli membantu warga miskin,” terangnya.

Rencananya, program bedah rumah ini akan dilaksanakan rutin setiap tahun. Jika tahun ini baru satu rumah, maka diharapkan tahun depan bisa meningkat menjadi dua rumah.

Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo, mengaku terharu dengan kepedulian dari para wartawan yang tergabung dalam PWK yang ikut membantu bedah rumah.

Selama ini wartawan lebih banyak memberitakan kegiatan bedah rumah. Namun kali ini, mereka justru mampu menginisiasi dan terlibat langsung dalam kegiatan.

“Selamat Hari Pers Nasional. Jujur saya terharu dan ingin mengucapkan terima kasih atas bantuan dari teman-teman wartawan. Semoga menjadi berkah,” terang Hasto.

Sementara itu, Catur juga mengaku berterima kasih, atas bantuan bedah rumah dari teman-teman wartawan. Selama tujuh tahun dia tinggal di dalam rumah yang sangat sederhana bersama kedua anaknya. Bahkan saat hujan beberapa bagian rumah bocor dengan kondisi lantai yang masih beralaskan tanah.

“Terima kasih kami sangat terbantu. Sudah lama ingin membangun rumah tetapi tidak ada dana,” jelas Catur.

Baca Juga
Lihat juga...