Perlu Ada Aplikasi Peringatan Dini Bencana di Sumbar

Editor: Satmoko Budi Santoso

231

PADANG – Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Bernardus Wisnu, mengatakan, perkembangan teknologi seharusnya dapat diaplikasikan untuk mengurangi risiko bencana yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

Menurutnya, sebagai salah satu upaya untuk mendapatkan informasi peringatan dini bencana, teknologi bisa jadi solusinya. Seperti melahirkan aplikasi khusus, terkait tentang kebencanaan yang terintegrasi dengan wisata di suatu daerah.

“Jadi saya melihat kecanggihan teknologi yang saat ini tengah berkembang di dunia, seharusnya dapat diaplikasikan guna mengurangi risiko bencana yang terjadi di daerah. Apalagi itu daerah yang notabene merupakan daerah tujuan wisata,” kata Bernardus Wisnu dalam Rakor Kebencanaan dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Padang, Kamis (14/2/2019).

Ia menjelaskan, melihat pada saat liburan, cukup banyak masyarakat ke lokasi wisata yang didominasi anak kekinian yang sering disebut milenial, dibandingkan dengan para orang tua. Untuk itu, perlu menyiapkan aplikasi khusus.

“Mereka yang berlibur ke suatu daerah banyak anak milenial yang selalu berkutat dengan gadget atau smartphone. Dibandingkan orang tua mereka yang berlibur hanya untuk melepas nostalgia. Untuk itu, perlu sebuah aplikasi yang terintegrasi dengan wisata sehingga jika terjadi bencana, mereka sudah tahu harus ke mana,” ujarnya.

Dikatakannya, aplikasi ini dapat digabungkan dengan wisata, sebab mereka yang berwisata tidak akan takut lagi. Meskipun daerah yang dikunjungi itu rawan bencana. Sebab, mereka tahu mesti ke mana.

“Mereka sudah mengetahui ancaman yang terjadi. Tetapi tahu solusi mesti ke mana jika terjadi. Saat ini tidak perlu ditutupi informasi itu, namun kesiapsiagaan kita yang mesti ditingkatkan. Kita dapat contoh beberapa wilayah seperti Bali, Indonesia, San Francisco, Amerika, dan Hongkong. Wisata mereka tetap ramai meskipun ancaman bencana dapat mengintai, kesiapan kita ini, poin penting,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Wisnu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana tengah menyiapkan aplikasi bernama Inarisk sebagai pemberi peringatan dini masyarakat terhadap bencana, di mana semua data terkait kebencanaan masuk ke Inarisk. Ini menjadi tujuan membuat early warning (peringatan dini).

“Ada aplikasi yang dikenal dengan Inarisk adalah bentuk peringatan dini yang menggunakan data BMKG. Aplikasi ini mudah dilakukan dan bisa membantu masyarakat memahami bahaya bencana, sehingga apa pun masuk ke kami di early warning. Inarisk mudah dibawa ke mana-mana,” ungkapnya.

Selain itu, perhotelan juga mesti memiliki lokasi evakuasi. Sehingga, ini akan meyakinkan para wisatawan yang berkunjung dan menginap di daerah itu akan keselamatannya dari ancaman bencana.

“Hotel mesti yakinkan ini, mereka punya lokasi evakuasi. Dengan begitu para tamu yang berkunjung mengetahui apa yang dilakukan ketika bencana terjadi. Ini sangat penting dalam mengurangi risiko jatuhnya korban jiwa,” tutupnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit, mengatakan, dengan adanya kajian yang dilakukan bersama steak holder terkait ini, diharapkan aplikasi khusus kebencanaan yang akan diluncurkan Pemprov Sumatera Barat nanti dapat menjadi informasi yang tepat, dan dapat diterima masyarakat terkait kebencanaan.

“Aplikasi ini direncanakan akan digabung dengan informasi pariwisata di Sumatera Barat. Ini tujuan dalam membangun rasa aman dan nyaman bagi wisatawan saat berkunjung ke Sumatera Barat,” ujarnya.

Menurutnya, dengan masukan dari berbagai pihak yang hadir dalam rapat koordinasi, peran serta lembaga usaha dalam penanggulangan bencana, maka ke depan sebagai daerah rawan bencana, aplikasi yang disiapkan dapat membantu dalam mengurangi risiko bencana.

“Kondisi kerawanan perlu diimbangi dengan kesiapan kita. Selain melengkapi infrastruktur dalam mengurangi risiko bencana, perlu meningkatkan pemahaman masyarakat, dan para wisatawan yang datang ke Sumatera Barat,” pungkasnya.

Nasrul menegaskan, Sumatera Barat sebagai daerah gudang bencana, tidak seharusnya pariwisata di Sumatera Barat jadi melemah. Dengan situasi yang ada ini, Pemprov Sumatera Barat perlu melakukan upaya-upaya supaya wisata di Sumatera Barat tetap jadi idaman banyak orang.

Lihat juga...