Petani Durian di Banyumas Dapatkan Wawasan Pakar Durian Solok

Editor: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Guna memperbaiki varietas dan kualitas durian di Kabupaten Banyumas, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan KP) Kabupaten Banyumas mendatangkan pakar durian dari Solok, Sumatera Barat.

Secara rutin petani durian diedukasi untuk terus meningkatkan kualitas tanaman durian.

ʺUntuk memberikan support kepada petani durian di Banyumas, kita mendatangkan ahli durian dari Solok, Bapak Jarot Santoso. Beliau juga merupakan peneliti di Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika di Solok. Pak Jarot sudah beberapa kali ke Banyumas dan memberi penjelasan kepada petani durian kita. Tentang cara pemberian pupuk, nutrisi yang dibutuhkan tanaman durian dan lain-lain,ʺ kata Kepala Dinpertan KP Banyumas, Widarso, Sabtu (2/1/2019).

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas, Widarso. Foto: Hermiana E. Effendi

Menurut Widarso, potensi durian di Kabupaten Banyumas sangat bagus. Dari sisi tekstur tanah, wilayah Kecamatan Tambak, Sumpiuh, Kemranjen hingga Somagede sangat cocok untuk tanaman durian.

Terdapat perbukitan memanjang di wilayah tersebut. Selain itu juga di daerah Kecamatan Cilongok sampai dengan Kecamatan Pekuncen.

Kawasan yang cocok untuk budidaya durian, lanjutnya, yaitu tanah perbukitan yang mempunyai kemiringan tertentu. Sehingga bisa membuang air, karena pohon durian tidak tahan terhadap genangan air.

Sebaliknya, jika kekurangan air, buah durian juga tidak akan tumbuh dengan sempurna. Komposisi airnya harus sesuai dengan kebutuhan tanaman.

ʺJika ada pohon durian sampai bertahun-tahun tidak berbuah, itu pasti karena ada genangan air di sekitarnya. Dan jika ada durian buahnya tidak sempurna, tidak bulat proporsional misalnya, hal itu disebabkan karena kekurangan air,ʺ terangnya.

Lebih lanjut Widarso menjelaskan, untuk mendapatkan hasil yang bagus, tanaman durian harus dirawat dengan baik. Selama ini, banyak petani yang beranggapan, pohon durian jika sudah tumbuh besar tinggal dibiarkan saja, pasti akan tetap berbuah.

ʺMemang durian dibiarkan saja akan tetap berbuah, tetapi buahnya tidak maksimal dan tidak bisa bersaing dengan durian wilayah lain. Hanya sekadar berbuah saja, soal rasa dan kualitas buah tidak terjamin,ʺ tegasnya.

Menurutnya, tanaman durian tetap harus mendapatkan perawatan, baik dari sisi pemupukan yang proporsional maupun pemberian nutrisi. Karena itu, Dinpertan KP Banyumas mendatangkan ahli durian, untuk memperbaiki varietas serta budidaya durian dengan hasil maksimal.

Sebab, Banyumas bercita-cita ingin menjadi sentra durian, sehingga harus terus meningkatkan kualitas duriannya.

Lihat juga...