hut

Polres Pasaman Barat Tertibkan Penambang Ilegal

SIMPANG EMPAT  – Jajaran Kepolisian Resor Pasaman Barat, Sumatera Barat terus menertibkan penambangan pasir ilegal di daerah ini, dengan menyita peralatannya.

“Benar, secara perlahan terus kami tertibkan. Kali ini lima unit mesin dompeng dan lima unit mesin sedot kami amankan,” kata Kepala Polres Pasaman Barat, AKBP Iman Pribadi Santoso, diwakili Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Pasaman Barat, AKP Afrides Roema, di Simpang Empat, Minggu (3/2).

Ia mengatakan, peralatan menambang itu disita dan diamankan saat sedang dioperasikan sepanjang aliran Sungai Batang Ampu, Jorong Mahakarya, Nagari Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo, pada Jumat (1/2).

“Aktivitas penambahan pasir ini sudah sangat meresahkan warga dan perlu terus ditertibkan,” ujarnya pula.

Sebelumnya, pihaknya sudah pernah memberikan peringatan terhadap para penambang liar itu, agar menghentikan aktivitas mereka.

Namun, peringatan itu diacuhkan, sehingga pihaknya langsung mengamankan peralatan mereka.

Peringatan itu diberikan karena lokasi penambangan pasir itu berdekatan dengan jembatan, sehingga sangat membahayakan struktur jembatan itu.

“Langkah yang kami tempuh adalah secara persuasif dengan mengamankan peralatan saat ini dan memberikan peringatan keras,” ujarnya lagi.

Meskipun demikian, katanya pula, jika penambang itu mengulangi aktivitasnya maka pihaknya akan menindak tegas dan memproses secara hukum sesuai ketentuan berlaku.

Ia menjelaskan penertiban peralatan penambang itu berawal dari surat masyarakat tentang aktivitas penambang pasir di daerah itu yang sudah meresahkan pada November 2018 lalu.

Berdasarkan surat itu, jajarannya melakukan pemantauan ke lokasi yang dimaksud. Ternyata dari hasil pemantauan, aktivitas penambangan itu ternyata benar, sehingga membuat air Sungai Batang Ampu menjadi keruh.

“Berdasarkan itulah kami turun ke lapangan dan mengamankan peralatan penambang. Saat ini peralatan itu diamankan di Polres Pasaman Barat,” katanya lagi. (Ant)

Lihat juga...