Popsivo Polwan Ingin Beri Kejutan buat Pertamina Energi

Editor: Satmoko Budi Santoso

250

YOGYAKARTA – Tim putri Jakarta Pertamina Energi menjadi unggulan di grand final Proliga 2019. Status sebagai juara bertahan dengan performa yang cemerlang di sepanjang musim ini, Pertamina Energi pantas untuk diunggulkan saat menghadapi Jakarta PGN Popsivo Polwan di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Sabtu (23/2/2019).

Pertamina Energi memang menunjukkan konsistensinya. Di dua final four di Kediri dan Malang, tim asuhan Muhammad Anshori meraup semua laga sehingga tampil sebagai juara final four.

Rekor pertemuan dengan Popsivo Polwan pun lebih memihak Pertamina Energi. Musim ini, kedua tim empat kali bertemu dengan skor 3-1. Pertamina unggul tiga kali atas Popsivo Polwan di babak reguler dan final four. Sementara Popsivo hanya sekali mengungguli Pertamina yakni pada putaran pertama.

Pertamina Energi pun ingin melengkapinya dengan menyegel juara di laga grand final. Dan, pencapaian mengesankan itu menjadikan Pertamina Energi sebagai favorit juara.

“Kami tidak akan melepas gelar juara. Kami berupaya mempertahankannya. Dengan kondisi pemain yang fit, kami tidak ingin gelar juara direbut tim lain,” ujar manajer Pertamina Energi, Widi Triyoso.

Pelatih Anshori pun memastikan akan menurunkan tim terbaik. Di laga terakhir final four kedua melawan Popsivo Polwan di Malang, Anshori menyimpan pemain pilar agar mereka memiliki banyak waktu untuk recovery sebelum berlaga di Yogyakarta. Meski tidak menurunkan skuat terbaik, mereka bisa unggul 3-1.

“Pertandingan terakhir kami yang kebetulan melawan Popsivo Polwan merupakan simulasi grand final. Saya sengaja menyimpan pemain pilar agar mereka bisa on fire saat grand final,” kata Anshori.

Popsivo Polwan sendiri berharap mengulang sukses tahun 2012 dan 2013. Saat itu, mereka mencapai puncak dengan menjadi juara selama dua kali berturut-turut.

“Kami lebih sering gagal di babak sebelumnya bila bertemu mereka. Kali ini kami tidak ingin gagal. Tim siap memenangkan final karena kami ingin mengulang sukses di tahun 2012 dan 2013,” kata asisten manajer Popsivo Polwan, Alit SA.

Pelatih Popsivo Polwan, Chamnan Dokmai, mengungkapkan, receive atau penerimaan bola pertama akan menjadi kunci di laga final. Dirinya tak ingin tim hanya mengandalkan libero untuk receive.

“Saya fokus pada receive agar kami tidak hanya mengandalkan adanya libero. Bandingkan dengan Pertamina Energi yang memiliki tiga pemain bagus di-receive,” kata Dokmai.

Ditambahkan pelatih asal Thailand ini, “Kami tak punya pemain yang receive-nya bagus. Ini yang menjadikan kami tak memiliki serangan yang bagus.”

Di grand final putra, Jakarta BNI 46 akan menantang juara bertahan Surabaya Bhayangkara Samator. Laga final putra digelar di tempat sama pada Minggu (24/2/2019).

Baca Juga
Lihat juga...