Prabowo: Saya Tidak Rela Tanah Diserahkan ke Asing

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

502

BOGOR — Calon Presiden (capres) Prabowo Subianto mengaku teringat akan pesan tausyiah yang disampaikan Ustad Haikal Hassan. Yakni tentang ayat terakhir surat Al-Quraisy, yang berbunyi: Allazi aṭ’amahum min jụ’iw wa āmanahum min khaụf.

Surat ini memiliki arti bermakna yaitu, ‘Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan.’

Bercermin pada surat Al-Quraisy, Prabowo menegaskan, Indonesia merupakan negara kaya, memiliki sumber daya alam (SDA) yang sangat berlimpah. Namun sayangnya, kita sebagai bangsa seringkali tak bergerak mengelola aset bangsa tersebut.

“Indonesia, negara kaya, sumber daya alam sangat melimpah. Masalahnya, karena kita bangsa yang kaya, kita menjadi santai. Sedangkan negara luar terus menikmati kekayaan kita,” tegas Prabowo dalam sambutannya di hadapan relawan Rabu Biru Indonesia (RBI), di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bojong Koneng, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (20/2/2019).

Dalam kegiatan yang juga dihadiri Tutut Soeharto, Mamiek Soeharto dan Titiek Soeharto, Prabowo menilai, masyarakat Indonesia butuh pemimpin yang kuat dan berani agar bangsa ini, jauh dari ketakutan dan kelaparan.

“Takut disini berarti tidak bahagia. Juga tidak mendapatkan keadilan hukum. Kelaparan disini berarti bangsa kita jauh dari kesejahteraan, jauh dari kemakmuran. Karena itu, kita ingin Indonesia menjadi negara yang adil dan makmur. Itulah esensi berbangsa dan bernegara,” tegasnya.

Prabowo mengatakan, bahwa tanah HGU yang disinggung dalam debat merupakan tanah negara yang dikelolanya untuk menyejahterakan rakyat Indonesia. Suatu saat jika negara meminta, dirinya siap untuk menyerahkan kepada negara, daripada harus jatuh ke tangan orang asing.

“Tahukan para elit, HGU yang saya kelola ada pelabuhan, ada bandara, ada lapangan terbang dan pesawat jet dapat mendarat disana. Banyak sumber air bersih di tempat tersebut,” jelasnya.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan, dunia akan krisis air pada tahun 2025. “Maka saya tidak rela, jika tanah itu saya serahkan ke asing. Lebih baik saya yang mengelolanya untuk kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

Prabowo menegaskan, kondisi suatu negara ibarat suatu badan. Jika ada salah satu yang mengalami sakit, maka bagian lainnya akan ikut merasakan. Begitulah dengan kondisi suatu bangsa. Jika ada yang tidak baik dan kekayaan terus bocor ke luar negeri, maka butuh upaya strategis untuk mengoreksi dan mengevaluasi kondisi bangsa ini menuju lebih baik.

Kembali dia mengingatkan,agar kita sebagai bangsa mengamankan seluruh kekayaan negara. Jangan sampai ada lagi kekayaan Indonesia yang mengalir ke luar negeri.

Lihat juga...