Produksi Ikan Tangkap Kulon Progo Ditargetkan 2.673 Ton

201

KULON PROGO — Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 2019 menargetkan produksi perikanan tangkap sebanyak 2.673 ton.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulon Progo, Sudarna, mengatakan pihaknya akan mengupayakan target tercapai. “Selama ini, target perikanan tangkap tidak pernah tercapai karena berbagai persoalan teknis,” kata Sudarna di Kulon Progo, Rabu (20/2/2019).

Ia mengatakan sebenarnya nelayan Kulon Progo yakni Pelabuhan Tanjung Adikarto segera diselesaikan dan dioperasikan. Sekarang belum terwujud sehingga menyebabkan kondisi perikanan tangkap belum bisa seperti yang diharapkan.

Menurut Sudarna, potensi ikan di laut selatan sangat tinggi. Selama kondisi pantai selatan seperti ini, target produksi tangkap sebanyak 2.673 ton dalam satu tahun sangatlah kecil.

“Selama Pelabuhan Tanjung Adikarto belum beroperasi, target produksi tidak akan tercapai. Kalau pelabuhan beroperasi, target itu dengan mudah terealisasikan dalam beberapa bongkar saja,” katanya.

Sudarna mengatakan saat ini, jumlah kapal motor tempel sebanyak 124 unit yang tersebar di berbagai titik tempat pelelangan ikan, mulai dari TPI Trisik, TPI Bugel, TPI Karangwuni dan TPI Jangkaran.

Jumlah kapal yang aktif menangkap dari 124 unit, rata-rata mencapai 30 persen perhari dalam kondisi yang memungkinkan melaut. Kita ketahui bersama kondisi gelombang selatan tidak dapat ditebak, kadang-kadang tinggi, dan kadang normal, katanya.

Dia mengatakan DKP Kulon Progo juga membekali nelayan dengan berbagai pelatihan membuat jaring, navigasi dan keterampilan memperbaiki mesin PMT. Sehingga sewaktu-waktu, ilmu atau keterampilan mereka dapat dimanfaatkan Kami berikan pelatihan yang aplikatif, supaya mereka semakin profesional menjadi nelayan, katanya.

Anggota Komisi II DPRD Kulon Progo, Muhtarom Asrori, meminta DKP Kulon Progo benar-benar mendampingi nelayan kecil. Seperti diketahui, bahwa nelayan Kulon Progo mayoritas berlatar belakang petani.

“Selain memberikan bantuan sarana dan prasarana alat tangkap, DKP harus melalukan pendampingan terhadap nelayan,” harapnya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...